Danton Posko 2 Wilayah Samarinda Utara Disdamkar Kota Samarinda, Barkani, mengatakan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan kebakaran diduga dipicu oleh anak-anak yang bermain petasan di area sekolah.
Menurutnya, di bagian bawah gedung dekat tangga terdapat ruang lokakarya siswa serta tumpukan kertas yang mudah terbakar.
"Kondisi itu membuat api dengan cepat menjalar hingga ke area plafon bangunan," ujar Barkani, Jumat (2/1/2026).
Barkani menjelaskan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 19.10 WITA. Usai menerima informasi tersebut, tim pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Dalam proses pemadaman, Disdamkar Kota Samarinda menurunkan dua unit mobil pemadam. Selain itu, tiga unit fire truck dari relawan turut membantu penanganan api.
“Total ada lima unit kendaraan pemadam, ditambah ambulans serta unit pemadam portable dari relawan,” ucapnya.
Ia mengakui, petugas sempat mengalami kendala saat menuju lokasi karena kondisi jalan yang sempit dan adanya kendaraan yang parkir di sekitar sekolah.
"Tetapi untuk api berhasil dikendalikan dan tidak merembet ke seluruh bangunan sekolah. Sehingga tidak ada korban jiwa," katanya.
Barkani mengaku, peristiwa ini menjadi kebakaran pertama yang ditangani Disdamkar Kota Samarinda pada awal tahun 2026.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua agar lebih mengawasi anak-anak saat bermain petasan guna mencegah kejadian serupa.
"Karena sekarang masih awal tahun masih ada pula beberapa orang yang menjual petasan, sehingga orang tua harus bisa benar-benar mengawasi anaknya," tandas Barkani.
Editor: Erwin