Pembangunan Gedung Pandurata diketahui dimulai sejak 2023 dengan skema pembiayaan bertahap. Pada tahap pertama, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sekitar Rp 110 miliar dari APBD untuk pembangunan struktur utama dan fondasi gedung.
Selanjutnya, pada tahap kedua di tahun 2024, kembali dialokasikan dana sebesar Rp 140 miliar untuk penyelesaian dinding serta instalasi bangunan.
Kepala Dinkes Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin menjelaskan bahwa setelah pekerjaan fisik diselesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kaltim, saat ini gedung tersebut masih dalam masa pemeliharaan.
“Selain itu, di tahun ini kita juga mulai melakukan pengisian alat kesehatan yang direncanakan dimulai pada bulan Januari. Targetnya, Maret seluruh alat kesehatan sudah tersedia,” ujar Jaya, Jumat (2/1/2025).
Dia menambahkan, setelah pengadaan alat kesehatan selesai, akan dilanjutkan dengan proses pemasangan. Dengan demikian, Gedung Pandurata diperkirakan sudah dapat mulai beroperasi pada bulan Mei atau Juni 2026 mendatang.
“Saat ini bangunan gedungnya sudah selesai, kemudian masuk tahap perawatan untuk melihat bagian-bagian mana saja yang masih perlu diperbaiki. Sambil berjalan, kami juga menyiapkan alat kesehatan karena prosesnya memang memerlukan waktu,” ucapnya.
Jaya memastikan, gedung baru tersebut baru bisa difungsikan sepenuhnya setelah seluruh alat kesehatan terpasang dan siap digunakan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Untuk mendukung operasional Gedung Pandurata, Dia menuturkan, Dinkes telah menyiapkan anggaran sebesar Rp150 miliar pada tahun 2026 yang diperuntukkan khusus pengadaan peralatan kesehatan.
“Anggaran tersebut mencakup pengadaan berbagai alat kesehatan, termasuk tempat tidur pasien,” tutupnya.
Editor: Erwin