Keputusan ini ia sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pencapaian prestasi olahraga Kaltim dan bukan karena desakan pihak luar. Rusdi membantah keras rumor adanya tekanan politik dari pucuk pimpinan Kaltim agar dirinya tak lagi maju dalam bursa pencalonan organisasi olahraga tertinggi di Benua Etam itu.
“Keputusan ini adalah pilihan hati nurani sendiri dan rasa tahu diri saya,” kata Rusdi kepada Korankaltim. Jumat (2/1/2026) hari ini. “Kami harus jujur gagal memenuhi target masuk 5 besar pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumut lalu. Sebagai pemimpin, saya mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut,” tegasnya.
Rusdi juga mengklarifikasi spekulasi terkait hubungannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji adalah sosok yang sangat profesional dalam mendukung kemajuan olahraga. Bukti nyata dari dukungan pemprov, yakni kucuran dana hibah murni tahun 2026 sebesar Rp16,5 Miliar.
Begitu juga dana hibah tahun 2025 sebesar Rp45,5 miliar meski proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 di Balikpapan, yang disaksikan Rudy Mas'ud. “Faktanya, perhatian beliau sangat luar biasa. Beliau sangat profesional. Jadi tidak benar ada tekanan,” sebut Rusdi.
Justru dukungan anggaran untuk tahun 2026 sudah dikunci sejak tahun lalu, sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap atlet Kaltim.
Rusdi berharap sosok yang akan terpilih menjadi Ketua KONI Kaltim berikutnya mampu menjaga sinergitas dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keselarasan visi antara KONI dan gubernur Kaltim adalah kunci utama prestasi.
“Siapa pun yang menjadi nakhoda KONI Kaltim empat tahun kedepan syarat mutlaknya adalah harus sejalan dan seirama dengan Pemprov Kaltim, dalam hal ini gubernur. Olahraga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah," tegas Rusdi.
Dia menutup pernyataannya dengan optimisme Kaltim memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di kancah nasional. “Target jelas, olahraga Kaltim harus tetap menjadi yang terdepan di luar Pulau Jawa,” tutup Rusdi.
Editor: Aspian Nur