Hal itu disampaikan Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra, yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kota Balikpapan. Dari pengalamannya selama masa reses, sekitar 80 persen aspirasi yang diterima berasal dari permintaan pembangunan fisik di lingkungan masyarakat, seperti perbaikan jalan, drainase maupun fasilitas umum lainnya.
“Dari hasil reses yang saya lakukan, kurang lebih 80 persen aspirasi masyarakat masih berkaitan dengan pembangunan fisik sementara permintaan pelatihan atau peningkatan keterampilan jumlahnya sangat sedikit,” jelas Nurhadi Rabu (31/12/2025).
Usulan terkait peningkatan kapasitas dan keterampilan SDM umumnya datang dari kelompok masyarakat menengah ke atas. Kesadaran akan pentingnya pengembangan diri sebagai modal peningkatan kesejahteraan belum merata di seluruh lapisan masyarakat dan masih terbatas.
“Padahal jika dipikirkan lebih jauh, pelatihan keterampilan bisa membuka peluang usaha, menambah penghasilan, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Aspirasi terkait pelatihan lebih sering ia temui saat melakukan reses di kawasan perumahan menengah ke atas yang mana ibu rumah tangga kerap menyampaikan keinginan untuk mendapatkan pelatihan keterampilan agar dapat merintis usaha mandiri dari rumah. “Ada ibu rumah tangga yang ingin punya usaha sendiri dan meminta pelatihan tertentu. Itu sebenarnya bagian dari upaya peningkatan keterampilan,” ucap Nurhadi lagi.
Meski demikian, Nurhadi menilai sebagian besar aspirasi masyarakat pada akhirnya tetap bermuara pada bantuan yang bersifat fisik.
Hal serupa juga terlihat dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mana mereka cenderung lebih banyak mengajukan permintaan sarana dan prasarana produksi dibandingkan bantuan dalam bentuk uang tunai.
“Misalnya menjelang Ramadan, pengusaha kue kering lebih membutuhkan peralatan seperti oven berukuran besar, mixer, atau alat produksi lainnya. Jadi tetap kembali pada kebutuhan fisik,” tutup Nurhadi.
Editor: Aspian Nur