Kritik tersebut disampaikan Megawati dalam Seminar Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban pada Jumat (19/12/2025), yang menyinggung lambannya respons Damkar saat menangani kebakaran.
Dalam pidatonya, Megawati mengungkapkan rasa kesalnya terhadap waktu kedatangan petugas pemadam kebakaran yang dinilai terlalu lama.
Ia menyebut, dalam sejumlah kejadian, sirene pemadam baru terdengar ketika api sudah membesar dan merambat ke berbagai arah. Pernyataan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH menyatakan bahwa kritik dari tokoh nasional merupakan hal yang wajar.
Namun, ia menegaskan persoalan penanganan kebakaran tidak bisa dilihat secara sederhana tanpa memahami kondisi lapangan.
“Kami menghormati beliau sebagai tokoh nasional. Berpendapat itu sah-sah saja, tetapi perlu dipahami bahwa penanganan kebakaran dipengaruhi banyak faktor,” ujar Hendra, Kamis (25/12/2025).
Menurutnya, kondisi lalu lintas menjadi salah satu kendala utama, terutama di kota besar seperti Jakarta yang kerap mengalami kemacetan parah. Selain itu, perbaikan jalan, penyempitan ruas, hingga kepanikan pengguna jalan saat mendengar sirene juga dapat menghambat laju armada pemadam.
Di Samarinda sendiri, tantangan lain datang dari kondisi geografis. Kontur wilayah yang berbukit serta akses jalan sempit di sejumlah permukiman kerap menjadi hambatan saat petugas menuju lokasi kejadian.
Meski demikian, Hendra menegaskan Damkar Samarinda memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan minimal (SPM) yang jelas. Berdasarkan ketentuan Kementerian Dalam Negeri, waktu tanggap maksimal ditetapkan 15 menit.
“Alhamdulillah, di Samarinda rata-rata kami bisa tiba di lokasi di bawah 8 menit. Bahkan selama saya menjabat, tidak pernah sampai 30 menit,” tegasnya.
Kecepatan respons tersebut, lanjut Hendra, didukung oleh keberadaan 11 pos pemadam kebakaran yang tersebar di kecamatan dan kelurahan, sehingga jarak tempuh bisa dipersingkat.
Ia mengakui, pernyataan Megawati dapat melukai perasaan petugas di lapangan yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi. Namun, pihaknya tetap berkomitmen meningkatkan kualitas layanan dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran.
“Penanganan kebakaran adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Editor: Erwin