Persiapan telah dilakukan secara matang sejak dua pekan terakhir melalui serangkaian rapat internal gereja, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian guna menjamin keamanan dan kenyamanan umat.
Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Harry Sutadi, mengatakan bahwa hingga hari pelaksanaan, seluruh persiapan telah mencapai 99 persen. Mulai dari pengaturan ibadah, penataan tempat, hingga kesiapan petugas pelayanan telah disiapkan secara menyeluruh.
“Jadi begini, kami sudah persiapan sejak dua minggu yang lalu melalui rapat internal gereja. Sampai hari ini, detik ini, persiapan kami sudah 99 persen dan semua kelengkapan sudah kami siapkan,” ujar Harry saat ditemui di lokasi, Rabu (24/12/2025).
Lanjutnya, pelaksanaan Misa Natal di Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi akan digelar dalam beberapa sesi. Untuk hari ini, Misa dilaksanakan dua kali, yakni pukul 17.00 Wita dan 21.00 Wita. Sementara pada Kamis (25/12), Misa kembali digelar pukul 06.00 Wita dan 09.00 Wita.
Ia juga mengapresiasi langkah kepolisian yang melakukan sterilisasi gereja sebelum pelaksanaan ibadah. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan memberikan rasa aman dan keyakinan bagi pengurus maupun umat yang akan beribadah.
“Kami berterima kasih karena sudah diyakinkan oleh pihak kepolisian bahwa tempat kami siap dan tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Harapan kami ke depan, gereja ini benar-benar menjadi tempat yang aman, tempat umat datang dengan rasa senang dan bahagia,” tuturnya.
Harry menyebutkan, gedung gereja memiliki daya tampung terbatas. Area tribun atas dapat menampung sekitar 700 umat, bagian utama sekitar 1.300 hingga 2.000 umat, basement sekitar 1.000 umat, serta halaman depan pastoran sekitar 500 orang. Total kapasitas mencapai sekitar 3.500 jemaat.
“Kadang-kadang juga tidak muat, masih ada yang berdiri. Kami mohon maaf karena kapasitas gedung memang sangat terbatas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan akan dilakukan sebelum umat memasuki area gereja. Harry mengimbau agar jemaat tidak membawa tas ransel atau barang berlebihan.
“Nanti ada pemeriksaan. Kami imbau umat tidak membawa tas ransel. Kalau tidak dikenal, akan ditanya dan tasnya dibuka. Ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama. Kita ingin ibadah dengan rasa aman dan pulang dengan sukacita,” pungkasnya.
Editor: Erwin