Bagian badan jalan pada jalur vital penghubung Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) itu kembali amblas, sehingga dinilai membahayakan keselamatan para pengendara serta mengganggu arus mobilitas orang maupun distribusi barang antardaerah.
Kondisi ini sebenarnya bukan peristiwa baru. Warga dan pengguna jalan menyebutkan bahwa penurunan badan jalan tersebut terus mengalami perkembangan yang makin parah dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi itu membuat kendaraan besar harus mengurangi kecepatan secara drastis, bahkan beberapa di antaranya terpaksa melintas secara bergantian karena badan jalan menyempit.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menilai situasi ini sudah berada pada tingkat yang tidak dapat ditoleransi.
Ia menegaskan pemerintah pusat dan instansi terkait harus segera turun tangan, mengingat peran penting ruas tersebut dalam menunjang aktivitas masyarakat dari kedua provinsi.
“Kerusakan di Muara Komam ini sudah sangat mengkhawatirkan. Jalan negara ini adalah jalur vital Kaltim–Kalsel, dan gangguan di titik tersebut langsung berdampak pada mobilitas masyarakat dan kelancaran logistik,” ujar Reza, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, kerusakan ini terjadi pada waktu yang sangat tidak ideal. Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta peringatan 5 Rajab, dua momentum yang biasanya meningkatkan intensitas perjalanan, arus kendaraan diperkirakan melonjak tajam.
“Kalau tidak segera diperbaiki, potensi kemacetan maupun kecelakaan akan makin besar. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan publik,” tegasnya.
Untuk menghindari dampak yang lebih luas, Komisi III DPRD Kaltim segera meminta Dinas PUPR Kaltim mempercepat koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim.
Reza menekankan penanganan darurat harus dilakukan secepat mungkin, namun perbaikan jangka panjang juga tidak boleh diabaikan.
“Kami mendorong agar BBPJN memastikan perbaikan permanen masuk dalam program prioritas. Jangan sampai hanya dilakukan tambal sulam yang tidak bertahan lama,” ujarnya.
Ia menyoroti fakta bahwa ruas Muara Komam bukan satu-satunya jalan negara yang mengalami masalah di Kaltim. Banyak titik rawan kerusakan lainnya juga membutuhkan perhatian serius.
Sebagai langkah pengawasan, Komisi III berencana meminta data menyeluruh mengenai kondisi seluruh ruas jalan negara di Kaltim. Pemetaan ini dianggap penting untuk menentukan titik prioritas dan mencegah kerusakan berulang.
“Dengan data lengkap, pengawasan bisa dilakukan lebih maksimal. Kami ingin memastikan semua ruas jalan strategis di Kaltim dalam kondisi aman dan terawat,” tutupnya.
Editor: Erwin