Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Andi Satya Adi Saputra mengatakan, laporan yang diterima menunjukkan masalah pelayanan terjadi hampir disemua sektor, mulai dari proses pendaftaran hingga pengambilan obat.
“Keluhan terhadap RSUD AWS masih sangat banyak. Dari pendaftaran yang lambat, ruang rawat inap yang disebut selalu penuh, layanan UGD yang memakan waktu lama, hingga antrean poli yang mengular,” kata Andi kepada Korankaltim.com Kamis (11/12/2025). “Masyarakat sudah harus datang sejak subuh untuk registrasi, tetapi tetap harus menunggu dokter cukup lama,” paparnya.
Waktu tunggu pengambilan obat di apotek juga menjadi sumber ketidakpuasan pasien. “Pengambilan obat bisa memakan waktu berjam-jam. Warga datang subuh, tetapi satu hari bisa habis hanya untuk menunggu obat, bahkan kadang belum selesai juga,” ungkapnya.
Politisi Golkar itu menilai hal ini menunjukkan perlunya perbaikan manajemen yang lebih serius, terutama terkait distribusi obat dan efisiensi alur pelayanan.
Komisi IV DPRD Kaltim sudah meminta pelaksana tugas direktur RSUD AWS untuk melakukan langkah-langkah inovatif demi mengurangi lamanya antrean dan waktu tunggu pasien. Satu upaya yang mulai dijalankan adalah layanan kurir obat.
“Setelah pasien selesai diperiksa, mereka bisa langsung pulang dan obatnya akan dikirim melalui kurir. Cara ini bisa memangkas waktu tunggu dua sampai tiga jam, sehingga lebih nyaman bagi pasien. Namun untuk obat emergensi tentu tetap harus diserahkan langsung di lokasi,” jelasnya.
Dengan telah ditetapkannya jajaran Dewan Pengawas (Dewas) RSUD AWS yang baru, DPRD Kaltim berharap terjadi perbaikan besar-besaran diantaranya dalam hal peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan, percepatan respons terhadap keluhan pasien, penataan ulang manajemen antrean, dan serta peningkatan kenyamanan warga selama berada di rumah sakit.
Komisi IV DPRD Kaltim akan terus memonitor perkembangan perbaikan layanan di RSUD AWS. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa rumah sakit benar-benar meningkatkan kualitas pelayanannya.
“DPRD ingin memastikan masyarakat Kaltim mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi. Pengawasan akan dilakukan terus-menerus sampai perubahan nyata terlihat,” pungkas Andi.
Editor: Aspian Nur