Hadirnya penerbangan internasional akan meningkatkan pergerakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk mendapatkan layanan medis, melanjutkan pendidikan maupun melakukan perjalanan bisnis.
Dengan akses yang lebih mudah menuju Negeri Jiran, ia menilai kecenderungan masyarakat untuk berobat ke luar negeri bisa semakin meningkat. Kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi rumah sakit di Kaltim untuk meningkatkan kualitas pelayanan agar mampu bersaing.
“Jika rute menuju Kuala Lumpur benar-benar dibuka, tentu mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi,” kata Ayub, sapaan akrab Husni Fahruddin kepada Korankaltim.com Senin (8/12/2025).
“Kaltim perlu memastikan rumah sakit, terutama yang berada di level kedua dapat memberikan layanan yang kompetitif agar masyarakat tidak selalu mengandalkan fasilitas kesehatan di luar negeri,” imbuhnya.
Selain menyoroti sektor kesehatan, Ayub juga menekankan pentingnya kesiapan Bandara APT Pranoto sebagai pintu gerbang internasional. Bandara yang terletak di kawasans Sungai Siring itu harus memiliki infrastruktur yang mumpuni untuk menerima maskapai asing sekaligus mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang.
“Kesiapan bandara adalah hal krusial. Ekspansi rute internasional akan berdampak langsung pada perekonomian daerah dan kualitas layanan publik,” tuturnya.
DPRD Kaltim akan mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, kesiapan transportasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Hal ini penting untuk memastikan daerah mampu mengelola lonjakan mobilitas masyarakat yang mungkin terjadi.
“Peningkatan layanan di dalam provinsi harus menjadi prioritas. Kompetisi dengan fasilitas medis luar negeri mestinya menjadi pemacu agar kualitas layanan kesehatan kita semakin baik,” tutup Ayub.
Editor: Aspian Nur