Hal itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53, Sabtu (20/9/2025) hari ini.
Andi Harun menyebut PKK lahir dari kepedulian terhadap keluarga kurang sejahtera dan kini berkembang menjadi gerakan nasional yang menempatkan keluarga sebagai unit utama pembangunan bangsa. “Mereka harus aktif menggerakkan komunitas, penyuluhan, pemberdayaan perempuan, hingga pelestarian budaya,” ucap Andi Harun dalam acara tersebut.
Seluruh kader PKK di Kota Tepian diminta untuk menjalankan 10 program pokok dengan penuh tanggung jawab meski tanpa gaji, sekaligus bersinergi dengan pemerintah. Dengan begitu, dampak yang nyata bisa langsung dirasakan masyarakat bawah.
Adapun 10 program pokok PKK memang menemukan relevansi kuat dengan kondisi Samarinda. Program pangan, Kesehatan dan perencanaan sehat berkaitan langsung dengan upaya menekan stunting.
Kelestarian lingkungan hidup juga berhubungan erat dengan masalah banjir dan sampah. Pendidikan dan keterampilan dibutuhkan untuk menyiapkan generasi tangguh, sementara gotong royong serta penghayatan Pancasila menjaga solidaritas sosial di tengah tantangan perkotaan.
Penurunan stunting menjadi salah satu bukti kerja bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari 23,4 persen pada 2023 turun menjadi 20,3 persen di 2024.
Pada 2025 ini, ditargetkan dapat menekan angka stunting di bawah 20 persen sesuai target nasional. Saat ini, angka stunting Samarinda berada di 20,4 persen, hanya terpaut 0,1 persen dari rata-rata nasional.
Dengan sederet pekerjaan rumah itu, PKK dituntut lebih dari sekadar hadir di acara seremonial. Peran riil di lapangan menjadi kunci agar programnya benar-benar menyentuh keluarga, pondasi utama pembangunan Samarinda.
“Sinergi antara program PKK dengan pemerintah daerah menjadi kunci percepatan mewujudkan Samarinda maju, sehat, dan sejahtera,” ucap Andi Harun.
Editor: Aspian Nur