Anggota DPRD Kaltim Nurhadi Saputra menilai kehadiran rumah sakit tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak layanan kesehatan yang merata di Kota Minyak. Selama ini, warga Balikpapan Timur hanya bergantung pada Puskesmas dan beberapa klinik swasta untuk berobat.
Jika membutuhkan rujukan, pilihan yang tersedia hanyalah rumah sakit swasta atau rumah sakit pemerintah yang berlokasi di pusat kota, cukup jauh dari wilayah timur. “Ini fasilitas yang sudah lama ditunggu masyarakat. Saya pribadi sangat mengapresiasi langkah Pemkot Balikpapan yang sudah mulai menyelesaikan proses perizinan, termasuk Amdal,” kata Nurhadi Jumat (12/9/2025). “Apalagi saya sendiri warga Balikpapan Timur, jadi tahu betul kebutuhan ini,” sebutnya lagi.
Pembangunan RS Balikpapan Timur direncanakan berlangsung selama dua tahun dengan dukungan anggaran Rp257 Miliar. Dari enam kecamatan di Balikpapan, hanya Balikpapan Timur yang belum memiliki rumah sakit pemerintah.
Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat seringkali tidak maksimal. Dengan adanya rumah sakit baru, Nurhadi optimistis akses layanan kesehatan bagi warga akan menjadi lebih dekat, layak, dan terjangkau.
Pentingnya menurutnya kelancaran pengerjaan proyek agar target penyelesaian bisa tercapai sesuai jadwal. “Mudah-mudahan semua berjalan aman dan lancar. Pertumbuhan penduduk Balikpapan Timur terus meningkat, sehingga pemerintah wajib hadir dengan sarana kesehatan yang memadai,” harap Nurhadi.
Kehadiran rumah sakit ini tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat Balikpapan Timur, tetapi juga akan mengurangi beban rumah sakit yang ada di pusat kota. Poltisi PPP itu juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat dapat terus terjaga agar pembangunan berjalan sesuai harapan.
Editor: Aspian Nur