Mereka yang merupakan gabungan dari masyarakat sipil, driver ojek online, mahasiswa dan masyarakat adat datang untuk menyuarakan protes kemudian saling berteriak agar tidak ada yang melempar benda apapun ke dalam pagar gedung DPRD Kaltim.
Pantauan Korankaltim.com di lapangan, banyak masyarakat yang menggunakan hodie hitam dengan menggunakan masker atau penutup wajah yang melemparkan barang ke dalam pagar, memanaskan suasana yang ada. Meski sudah dilarang, namun mereka tetap tak berhenti melakukan aksi pelemparan. Kendati demikian aksi itu masih terkendali. Sementara para petugas yang berada dibalik pagar masih berjaga.
Suara dari aparat yang meminta para demonstran agar tidak melempar terdengar. Seakan tak menjawab dan merespon arahn dari petugas, demonstran yang ada justru menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia berulang kali.
Editor: Aspian Nur