Dia menilai, pers tidak bisa dipandang semata sebagai penyampai informasi, melainkan juga sebagai mitra strategis yang membantu pemerintah maupun legislatif dalam menyuarakan kerja-kerja kepada masyarakat.
“Media memiliki peran luar biasa dalam pembangunan Kaltim. Kehadirannya harus kita hormati dan dukung, bukan diposisikan sebagai lawan,” tegas Ekti pada Minggu (17/8/2025).
Ia juga menyinggung kedekatannya dengan dunia media yang sudah terjalin sejak masa mudanya. Menurutnya, sejak aktif di organisasi kepemudaan hingga kini duduk di kursi parlemen, media selalu menjadi jembatan antara dirinya dan masyarakat.
“Apa yang kami kerjakan bisa sampai ke publik karena peran media,” tambahnya.
Terkait kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang sempat menimbulkan kontroversi lantaran menghentikan kerja sama pemerintah dengan media, termasuk DPRD. Ekti tegaskan hal itu masih dalam tahap pembahasan.
“Prosesnya masih berjalan, belum ada keputusan final. Jika sudah ada hasil resmi, DPRD akan menyampaikannya kepada publik,” jelasnya.
Melalui pernyataannya, Ekti mengajak semua pihak untuk memberikan ruang bagi media agar tetap bisa bekerja secara independen, sekaligus menjadi pengawas konstruktif bagi jalannya pemerintahan.
“Demokrasi dan pembangunan daerah akan lebih kokoh jika media diberdayakan,” pungkasnya.
Editor: Erwin