Langkah itu krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan, terutama pada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berlokasi di Benua Etam.
Hal ini ditegaskan nggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Sapto Setyo Pramono. Kepada Korankaltim.com Jumat (8/8/2025) hari ini, Sapto menyebut kalau keamanan menjadi faktor utama dalam mendukung kelancaran pembangunan serta menarik kepercayaan investor dan ketidakstabilan dapat berimbas negatif pada kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.
“Situasi yang tidak kondusif pasti menimbulkan keraguan. Kami tidak menutup kemungkinan adanya informasi yang mengaitkan ormas dengan aktivitas yang meresahkan di lapangan,” kata Sapto.
Politikus dari Partai Golkar tersebut mengungkapkan DPRD sudah menerima laporan terkait dugaan keterlibatan ormas dalam aktivitas ilegal, seperti penambangan tanpa izin dan pungutan liar di beberapa daerah dan mendorong agar dilakukan pemetaan dan profiling mendetail terhadap ormas yang ada saat ini.
Pemetaan ini tidak hanya sekadar mendata eksistensi ormas, tetapi juga untuk menilai kontribusi positif maupun potensi risiko yang mereka bawa.
“Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, kejaksaan, dan Forkopimda, guna melakukan pemetaan menyeluruh ormas di Kaltim,” ucap Sapto.
Proses profiling ini penting untuk membedakan ormas yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan yang berpotensi meresahkan. Penegakan hukum harus dilakukan terhadap ormas yang terbukti melanggar aturan.
“Jika ormas terbukti terlibat dalam tindak pidana, seperti menjadi pelindung tambang ilegal atau melakukan pungli, maka hal tersebut tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.
Penertiban ormas merupakan bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif, terlebih Kalimantan Timur kini menjadi fokus perhatian nasional sebagai lokasi strategis pembangunan IKN.
“Kaltim memiliki peran besar sebagai tuan rumah IKN. Oleh sebab itu, keamanan dan kenyamanan wilayah wajib menjadi prioritas,” tutup Sapto.
Editor: Aspian Nur