Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan rasa prihatin atas insiden kebakaran di RSUD AWS.
Menurutnya, kebakaran ini menjadi alarm penting bagi pihak manajemen rumah sakit untuk melakukan evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek mekanikal dan elektrikal gedung.
“Kami menemukan bahwa ada dua ruangan yang terdampak kebakaran. Komisi IV meminta pihak manajemen RS melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kebakaran susulan,” ujarnya usai meninjau lokasi kejadian.
Ia mengingatkan, Samarinda baru-baru ini mengalami beberapa insiden kebakaran, termasuk kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di fasilitas penting seperti rumah sakit AWS yang merupakan pusat rujukan regional.
Terkait kerugian akibat kebakaran, pihak manajemen RS masih melakukan rekapitulasi. “Menurut laporan sementara, ruangan yang terbakar merupakan ruang rapat yang tidak digunakan untuk pelayanan pasien, sedangkan ruang fisioterapi tidak terdampak. Setelah police line dibuka, layanan akan berjalan normal kembali,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai lama waktu pelepasan police line, ia menjelaskan keputusan tersebut akan diambil setelah penyelidikan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan kepolisian selesai serta penyebab kebakaran teridentifikasi.
“Pelayanan di poliklinik tetap berjalan seperti biasa, dan kebakaran diduga berasal dari konsleting listrik, namun laporan resmi masih kami tunggu,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Komisi IV DPRD Kaltim juga turut melakukan evaluasi pelayanan di RSUD AW Syahranie, terutama terkait keluhan masyarakat soal lamanya masa tunggu pasien pada proses pendaftaran, pemeriksaan dokter, dan pengambilan obat di farmasi.
Sebagai solusi inovatif, Direktur RS menyampaikan adanya kerja sama dengan jasa kurir J&T untuk mengantarkan obat ke rumah pasien, yang diharapkan dapat mempercepat pelayanan dan mengurangi waktu tunggu.
“Inovasi ini sangat baik dan perlu diapresiasi. Semoga dapat meningkatkan kenyamanan pasien saat berobat di RSUD AW Syahranie,” pungkasnya.
Editor: Erwin