Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim Ekti Imanuel menyoroti mahalnya biaya angkut barang ke Mahulu akibat minimnya akses transportasi yang memadai.
Kondisi geografis Mahulu yang terpencil dan didominasi jalur sungai menyulitkan proses pengiriman logistik, terutama pada musim-musim ekstrem seperti kemarau atau hujan deras.
Keberadaan Riam Udang, Riam Alo dan Riam Panjang jadi penghambat utama distribusi barang, hal mana yang membuat harga di Mahulu meningkat tajam. Riam adalah bagian sungai yang memiliki ciri khas aliran air deras dan dangkal, mirip air terjun namun lebih landai. Aliran air yang deras ini disebabkan oleh penyempitan dasar sungai dan adanya batu-batu besar yang menonjol di permukaan.
“Masyarakat Mahulu masih sangat mengandalkan transportasi sungai. Ketika debit air menurun, riam-riam itu jadi penghalang besar yang membuat biaya distribusi melambung tinggi,” kata Ekti kepada Korankaltim.com Selasa (29/7/2025).
Meski beberapa jalan darat seperti rute dari Ujoh Bilang ke Long Apari dan Long Pahangai mulai dibuka, Ekti menyatakan infrastruktur tersebut belum cukup layak untuk menunjang kelancaran logistik.
“Memang sudah ada jalur darat, tapi belum optimal. Sampai hari ini sekitar 90 persen logistik tetap harus masuk lewat sungai,” sebutnya.
Melihat kondisi tersebut, Ekti mendorong percepatan realisasi subsidi ongkos angkut. Langkah Pemkab Mahulu dan DPRD setempat yang telah menganggarkan dana bantuan distribusi disambut positif, namun Ekti mengingatkan pelaksanaan di lapangan harus cepat dan tepat.
“Subsidi ini bukan lagi wacana, sudah ada anggarannya, tinggal bagaimana teknis penyalurannya agar tepat sasaran dan tidak terlambat,” ujar politisi Partai Gerindra itu.
Keterlibatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk ikut mendorong kebijakan afirmatif bagi daerah-daerah yang terisolasi seperti Mahulu didesak segera dilakukan.
“Gubernur Kaltim juga sudah menyampaikan subsidi adalah opsi paling realistis. Ini bukan semata soal distribusi barang, tapi soal keadilan bagi masyarakat di wilayah perbatasan,” paparnya.
Dengan keterlibatan aktif semua pihak, Ekti berharap harga sembako di Mahulu dapat ditekan dan pembangunan di wilayah tersebut bisa berjalan lebih merata.
Editor: Aspian Nur