Angka ini dinilai oleh Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sani Bin Husein tidaklah cukup.
“Hari ini apalagi menjelang Lebaran, Rp500 ribu itu tidak cukup. Mereka butuh pakaian seperti sarung, baju koko, tidak usah itulah, seperti bahan pokok atau kue lebaran berapa harganya,” papar Sani kepada Korankaltim.com Rabu (3/4/2024).
Padahal menurut Sani guru honorer lebih sibuk daripada guru yang statusnya sudah Pegawai Negeri Sipil (PNS), namun dari gaji hingga THR malah jauh berbeda.
Sani menyayangkan besaran THR yang harus diterima oleh guru honorer tersebut. Pada Hari Raya Idulfitri itu, harusnya semua orang bersuka cita, namun tidak bagi mereka.
Saat Rapat Paripurna beberapa waktu lalu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun pernah menjanjikan pemberian THR sebesar Rp2 Juta per guru dengan status apapun.
“Wali kota janji di Sidang Paripurna, bakal memberikan Rp2 Juta untuk semua guru apapun statusnya sebagai THR. Kami juga sudah menyambut baik waktu beliau mengatakan hal itu,” ujar Sani.
Namun dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh Disdikbud Samarinda soal besaran THR tersebut, tentu membuat dirinya kecewa. Politisi Fraksi PKS itu saat ini menagih ucapan yang pernah dilontarkan orang nomor satu di Samarinda itu kala di Sidang Paripurna, mengingat Lebaran Idulfitri sudah tinggal menghitung hari.
“Karena itu saya menagih apa yang pernah diucapkan Wali Kota Samarinda kalau beliau akan memberikan Rp2 juta per guru. Bayarkan sekarang, karena ini sudah H-7, beliau mengatakan di Sidang Paripurna, jangan dianggap sepele. Sidang Paripurna itu sakral, jadi perkataan harus dipertanggungjawabkan,” tegas Sani.
Editor: Aspian Nur