Musrenbang dimulai dari tingkat kelurahan, kemudian naik ke kecamatan, dan akhirnya pada tingkat kabupaten. Program-program yang masuk pada tingkat daerah merupakan hasil evaluasi dan skala prioritas untuk kemudian dapat dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2025. "Hasilnya akan menjadi rujukan bersama untuk arah pembangunan di Kutim," ucap Ismail, Sabtu (30/3/2024).
Selain itu, Musrenbang juga memuat hasil jaring aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh DPRD Kutim dan DPRD Kaltim, yang berasal dari daerah pemilihan Kutim. Setiap kali reses, banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, termasuk perbaikan jalan, lapangan pekerjaan, dan berbagai isu lainnya. "Semua ini diharapkan dapat diakomodir oleh pemerintah sebagai eksekutor,"
Berdasarkan hasil laporan yang disampaikan pada Musrenbang, pelaksanaan program pembangunan dalam arti luas telah menunjukkan hasil positif pada tahun 2023. Terlihat banyak kemajuan baik di sektor perekonomian maupun infrastruktur. Namun, Ismail menekankan bahwa upaya ini harus terus ditingkatkan, terutama dalam hal peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
DPRD Kaltim berharap agar pelaksanaan Musrenbang di Kutim dapat berjalan lancar dan mampu melahirkan program yang terukur, efektif, dan efisien. Program-program ini diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan di masa depan. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencapai visi pembangunan yang lebih baik bagi Kutim.
Editor: MarulyZ