Hetifah Sjaifudian menggelar Bimtek bertajuk 'Masyarakat dalam Mewujudkan Sadar Wisata melalui Sosial Media’ yang diikuti tak kurang 100 orang pelaku Parekraf di PPU.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU, Andi Lisnawati Latif mengatakan bahwa penetapan PPU sebagai kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru memberikan kebanggan tersendiri bagi masyarakat PPU.
“Tapi ini juga tantangan, karena kita harus bersaing dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” terang Andi.
Meski begitu ia menyebut, bahwa peluang untuk mengembangkan berbagai sektor termasuk pariwisata di PPU jadi terbuka lebar. Andi mengatakan, banyak destinasi di PPU yang bisa dikunjungi oleh masyarakat yang akan berkunjung ke IKN. Sebagai serambi Nusantara, PPU akan menjadi cerminan IKN. Ia berharap keberadaan IKN di PPPU dapat menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Dalam kegiatan Bimtek tersebut, Andi dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian bertindak sebagai narasumber. Selain itu ada juga Direktur Pengembangan SDM Kelembagaan-Kemenparekraf RI, Florida Pardosi dan Dosen Program Studi Bina Wisata Universitas Fajar Makassar, Nasrullah.
Hetifah mengatakan peran media sosial (medsos) sangat besar dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, termasuk dalam pariwisata. Karena itu pemanfaatkan media sosial diperlukan untuk menarik minat wisawatan. Melalui sosial media kita dapat menyebarkan informasi pariwisata. Dimana kemampuannya luar biasa dalam mempengaruhi, baik itu positif ataupun negatif.
“Dari hasil riset, ada 86 persen wisatawan yang tertarik pada sebuah destinasi wisata setelah melihat konten di medsos,” terang Hetifah.
Lebih lanjut Hetifah menegaskan bahwa IKN dibangun dengan kekuatan membangun kebudayaan nasional. Karena itu diperlukan dorongan optimal dalam pembangunan pariwisata dan peradaban baru di IKN.
Editor: Rusdianto