Menurutnya, kenaikan harga BBM membuat seluruh masyarakat menjerit, terlebih BBM merupakan salah satu komoditas bahan pokok yang turut melekat dengan kehidupan masyarakat. "Hari ini kita mau boikot DPRD Kaltim dan kantornya yang bisa mengakhiri perjuangan kami yaitu penurunan harga BBM," ucapnya.
Dalam aksinya, massa menginginkan wakil rakyat Kaltim yang saat ini duduk di kursi parlemen dapat turut menolak kenaikan harga BBM subsidi, serta dapat diperjuangkan ke pemerintah pusat sehingga mempengaruhi kebijakan tersebut.
Setidaknya ada empat tuntutan yang mereka suarakan dalam aksinya yaitu mendorong payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi, mengevaluasi peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi, mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan tambang, serta menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Ferhat mengungkapkan, kebijakan kenaikan harga BBM itu tidak tepat dilakukan saat ini pasca pandemi Covid-19 masih belum pulih sepenuhnya. Terlebih kondisi pandemi juga turut mengakibatkan gejolak perekonomian.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Maruly Zainuddin
YUk Tonton Videonya Wal....