Kepala Kantor Bahasa Kaltim melalui Koordinator Tata Usaha Erwin Darma menjelaskan, kantor Bahasa menargetkan sebanyak 277 guru utama yang akan mengikuti pelatihan revitalisasi bahasa ini, dengan rincian 100 guru utama Bahasa Paser, 101 guru utama Kutai dan 76 guru utama Bahasa Kenyah.
"Pelatihan ini bentuk rintisan dan melibatkan masyarakat Kenyah untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa mereka, apalagi ini merupakan transfer ilmu kepada anak-anak untuk itu metode pembelajarannya juga harus menyenangkan," jelas Erwin kepada Korankaltim.com disela kegiatan.
Dengan Kaltim jadi Ibu Kota Negara (IKN), bahasa daerah harus tetap dijaga, seperti tag line yang terus disosialisasikan yakni lestarikan bahasa daerah, utamakan bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing.
"Kami akan mempersiapkan bagaimana caranya agar Bahasa Kenyah tetap dilestarikan dengan cara diajarkan di sekolah-sekolah di kampung kenyah dan bagaimana caranya agar bahasa kenyah agar bisa diajarkan secara formal di sekolah," ucap Erwin.
Festival Tunas Bahasa Ibu yang melibatkan peserta didik SMP dan SD untuk ikut serta dalam lomba Pidato, membaca puisi dan berdongeng dengan bahasa daerah juga jadi tujuan dilaksanakannya revitalisasi ini.
"Ada Festival Tunas Bahasa Ibu November mendatang untuk provinsi dan Februari 2023 di tingkat Nasional. Mudah-mudahan selain melestarikan juga mengenalkan bahasa daerah Kaltim khususnya Paser, Kutai dan Kenyah," paparnya.
Tahun 2023 mendatang Kantor Balai Bahasa akan melanjutkan road shownya ke Kalimantan Utara dimana ada bahasa yang juga menjadi prioritas yakni bahasa Tidung dan Bulungan.
"Tahun salanjutnya pasti lebih banyak lagi karena Kaltim dan Kaltara kalua disatukan ada sekitar 27 bahasa daerah. Kemudian akan kita lanjutkan program ini hingga seluruh bahasa daerah terus dikembangkan," pungkas Erwin.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur