Rusman mengaku akan mengundang Satgas Covid-19 pada beberapa waktu kedepan. Karena merasa perlu dilakukan evaluasi total. Kemudian, memberikan waktu dan jeda guna memberikan penjelasan detail kepada publik.
"Jangan justru, hari ini diputuskan, besok sudah harus dilaksanakan. Ini bukan kepada internal pemerintah, tapi kepada publik," kata Rusman, saat menjelaskan dalam kegiatan virtual, bertemakan evaluasi Kaltim Steril/kaltim Silent, Sabtu (6/2/2021).
Melihat hari pertama penerapan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kaltim. Rusman menganggap masih terdapat hal-hal yang membingungkan masyarakat, sehingga membuat masyarakat pun tidak patuh kepada keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah.
"Kalau hari ini kan kaya lockdown, tapi di Samarinda coba lihat. Seolah di daerah lain ketat, sedangkan di Ibukota Provinsinya tidak," tuturnya.
Ini dikarenakan, adanya kondisi yang menunjukan masih lemahnya koordinasi antara Pemprov dengan Pemkot. Karena itu, jika Kaltim senyap setiap akhir pekan ini akan dilanjutkan, maka harus di evaluasi, dan dirubah.
"Evaluasi Kaltim steril wajib dilakukan " pungkas dia.
Salah satu yang akan dievaluasi nanti, seperti kurang massifnya sosialisasi, karena hanya satu hari jeda untuk penerapannya. Sebab ktu, masyarakat tidak mendapat informasi lebih akurat mengenai teknis.
Kemudian penegakan aturan mengenai Protokol Kesehatan, karena kalau misalnya ada yang tidak taat tetapi dibiarkan berkeliaran, akhirnya membuat warga yang sebelumnya taat justru akan turut melakukan hal yang sama.
"Kita tidak pernah memiliki ketegasan, baik ketegasan aturan maupun penerapan aturan," beber Rusman.[]
Penulis : Faishal Ays
Editor : Rusdi