“Kami senang sekarang sudah ada pemimpin kami sebagai pilot PDI Perjuangan Kaltim yang ditugaskan ibu ketua umum adalah Pak Djarot dan Pak Prakosa,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Balikpapan Thohari Aziz di sela-sela rapat kordinasi PDI Perjuangan wilayah Kalimantan Timur di kantor DPC PDI Perjuangan Balikpapan, Selasa (28/11).
Thohari mengatakan pertemuan para pengurus PDI Perjuangan dengan Djarot Syaiful Hidayat dan Prakosa bagian dari konsolidasi partai menghadapi Pilgub Kaltim. “Kami semua solid baik tindak bawah dari DPC hingga DPD
Sebagai partai kader ada persoalan ini kami makin solid,” tandasnya.
Djarot yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini datang sekitar pukul 14.00 Wita bersama M Prakosa.
Hingga pukul 17.17 Wita, masih digelar pertemuan tertutup di lantai II kantor DPC PDI Perjuangan kompleks Perumahan Sepinggan Pratama,Balikpapan Selatan.
Sementara M Prakosa pulang lebih dulu meninggalkan kantor DPC PDI Perjuangan Balikpapan pada pukul 16.40 wita karena mengejar jadwal penerbangan.
Ditambah Thohari, Dodi mengundurkan diri sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim karena tersangkut hukum yang sudah terjadi dua periode lalu. “Dia mengundurkan diri dari ketua tapi tetap kader PDI Perjuangan,” tandasnya.
Diketahui, Mahkamah Agung menolak kasasi Dedy. Ia dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun serta denda sebesar sebesar Rp50 juta dalam kasus asuransi kesehatan saat anggota DPRD Kota Bontang. Dody kini masih tercatat sebagai wakil ketua DPRD Kaltim nonaktif. (din)