Muswil ke-10 PPP Kaltim Jadi Momentum Evaluasi dan Kebangkitan Partai
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis: Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kaltim menjadi momentum penting bagi konsolidasi dan evaluasi perjuangan partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga forum strategis untuk melakukan muhasabah politik dan merumuskan arah perjuangan PPP di Kaltim.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Kaltim, Gamalis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh peserta yang hadir dan menegaskan Muswil ke-10 PPP Kaltim memiliki arti strategis bagi masa depan partai.
“Musyawarah Wilayah ke-10 ini tentu sebuah momentum yang sangat penting dan menentukan. Bukan sekadar agenda rutin, tetapi forum strategis untuk bersama-sama menilai perjalanan perjuangan partai, melakukan muhasabah politik, serta merumuskan langkah PPP ke depan,” ujar Gamalis.
Ia menambahkan, hasil Muswil diharapkan mampu memperkuat peran PPP dalam menghadapi dinamika kebangsaan dan demokrasi, khususnya di Kaltim dan seluruh kabupaten/kota di dalamnya.
Gamalis juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya PPP sebagai partai politik Islam yang lahir dari kesadaran umat Islam Indonesia untuk bersatu dalam satu wadah perjuangan politik.
Menurutnya, sejak awal berdiri, PPP telah konsisten memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
“Partai Persatuan Pembangunan sejak awal memposisikan diri sebagai partai Islam yang tetap teguh memperjuangkan nilai-nilai keislaman dalam bingkai NKRI,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Jabal Idris, berharap Muswil X dapat menghasilkan kepengurusan wilayah yang solid dan mampu melahirkan kader-kader terbaik untuk membesarkan partai.
“Dengan adanya Muswil ini, kami berharap teman-teman di wilayah dapat menyusun kepengurusan yang mampu menciptakan kader-kader terbaik, berjuang bersama, dan membawa PPP semakin jaya ke depan,” ujarnya.
Jabal Idris mengungkapkan PPP merupakan salah satu partai tertua di Indonesia yang telah berusia hampir 53 tahun.
Ia mengenang masa kejayaan PPP yang pernah memiliki wakil presiden, menteri, kepala daerah, serta keterwakilan kuat di parlemen.
Namun, ia mengakui pada periode saat ini PPP menghadapi tantangan besar karena minimnya keterwakilan di lembaga legislatif dan eksekutif.
Menurutnya, ukuran kebesaran partai bukan ditentukan oleh usia atau banyaknya kader, melainkan oleh kekuatan representasi politik.
“Tolak ukur kebesaran partai itu bukan usia atau banyaknya pengurus, tetapi seberapa besar keterwakilan kita di legislatif dan eksekutif,” jelasnya.
Dirinya menegaskan Muswil ke-10 PPP Kaltim harus menjadi titik awal kebangkitan untuk mengembalikan kejayaan yang pernah diraih pada masa lalu.
Jabal Idris juga menyampaikan dinamika internal pasca-Muktamar telah selesai dan seluruh kader diminta fokus menatap masa depan.
“Dinamika Muktamar sudah berlalu. Sekarang saatnya kita bersatu dan bekerja. Sesuai AD/ART, Muswil wajib dilaksanakan paling lambat tiga bulan setelah Muktamar, dan setelah ini DPC juga harus bersiap melaksanakan Muscab dan Musranting,” katanya.
Menutup sambutannya, Jabal Idris menekankan tantangan PPP ke depan sangat besar dan membutuhkan kerja kolektif seluruh struktur partai untuk mengembalikan kepercayaan publik dan memperkuat posisi politik PPP di tingkat daerah maupun nasional.
Editor: Erwin










