“Langkah kami untuk pendidikan politik bagi perempuan yaitu dengan melakukan sosialisasi yang tempo lalu kita laksanakan di Desa Perdana,” ucap Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti melalui Kepala Bidang Politik Dalam Negeri, Rini Sulitiyowati.
Secara luas, melihat pendidikan politik bagi perempuan yang ada di Kukar pihaknya melibatkan unsur aparatur, tokoh masyarakat pemberdayaan perempuan, PKK, kader posyandu dan kelompok sosial keagamaan yasinan.
Pendidikan politik ini juga dapat memenuhi fungsi, kewajiban dan tanggung jawabnya sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang ditetapkan.
“Keterlibatan perempuan juga selalu kita libatkan di Kesbangpol Kukar, dan ini konsisten kita lakukan,” ungkapnya.
Poin penting dalam keterlibatan politik bagi kaum hawa, dapat menyimbangkan dan meningkatkan semangat dan sinergitas serta sebagai pembuktian perempuan juga dapat berperan aktif dalam memberi wajah baru di dunia politik.
Selain itu, peran politik juga diperlukan guna meningkatkan, elektabilitas dalam mengisi kursi parlemen dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dunia politik tidak sekejam yang dipikirkan, tetapi dari politik dapat menjadikan seorang lebih berani dan mampu menyuarakan hak-haknya.
Sosialisasi pendidikan politik bagi para puan juga memiliki tujuan tersendiri, selama pilkada berlangsung yakni meningkatkan partisipasi pemilih wilayah Kukar.
Dengan adanya pendidikan politik perempuan ini meningkatkan pemahaman tentang hak azasi perempuan, kesadaran dan komitmen dalam menegakkan keadilan gender terkhusus kebijakan adbokasi, seta meningkatkan perempuan untuk berperan aktif dalam organisasi/lembaga politik. (adv/ea624/sh)