Salah satu yang turut disoroti yaitu pemulihan lingkungan dalam pengelolaan sampah, paslon nomor urut 2, Rudy Mas’ud-Seno Aji mendapat kesempatan pertama dalam menyampaikan tanggapannya terhadap pertanyaan panelis, menurut Rudy menanggapi permasalahan itu perlu ada penguatan kebijakan dan regulasi untuk mendorong Peraturan Daerah (Perda) pengelolaan sampah.
“Kedua adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat dengan melaksanakan program edukasi edukasi berbasis sekolah komunitas media sosial mulai dari hal sederhana seperti membuang sampah,” sebut Rudy.
Selain itu upaya menggandeng pihak swasta juga menjadi bagian rencana paslon tersebut, dalam hal ini keterlibatan pihak swasta untuk meyimpan dan menyiapkan infrastruktur akan jadi konsep dalam pengelolaan sampah.
“Tidak kalah pentingnya adalah mengolah sampah menjadi energi energi dan juga sebagai pupuk dan ini telah terbukti efektif beberapa kabupaten ataupun provinsi misalkan di Surabaya ataupun di Bali,” jelasnya.
Kemudian Aplikasi Satu Akses Kalimantan Timur (Sakti) disampaikan jadi sebuah jawaban, sebab masyarakat dapat langsung mengakses aplikasi tersebut untuk menyampaikan aduannya.
Sementara itu paslon nomor urut 1, Isran Noor-Hadi Mulyadi menegaskan bahwa apa yang telah disampaikan dalam pemaparan rivalnya sudah dilakukan oleh paslon petahana ini dalam satu periodenya.
“Apa yang Bapak sampaikan itu yang sudah kami lakukan dalam 5 tahun yang lalu, aplikasi Sakti itu bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan persoalan sampah persoalan sampahnya adalah persoalan budaya budaya dari rumah tangga budaya di sekolah saya telah menerapkan itu di tengah keluarga di masyarakat,” tutur Hadi.
Sehingga menurut Hadi Mulyadi, membangun budaya itu perlu dilakukan secara komprehensif dalam penanganan dan pengelolaan sampah.
“Saya di sekolah-sekolah yang saya dirikan saya mengingatkan untuk memilah sampah membuang sampah pada tempat waktunya dan saya juga beberapa kali berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten kota untuk memastikan bahwa sampah kita bisa dikendalikan baik,” tutupnya.
Editor Aspian Nur