Ratusan orang yang datang tersebut tergabung dalam organisasi Garda Prabowo, ada sekitar 800 orang masuk di dalamnya dengan satu keinginan yang sama, dipimpin Andi Harun - Saefuddin Zuhri di Samarinda sementara untuk tingkat Kalimantan Timur mereka menyatakan tekad memberikan suara kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Isran Noor – Hadi Mulyadi.
Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Prabowo Samarinda Munir menegaskan kesiapan seluruh anggota organisasi masyarakat (ormas) yang dipimpinnya tersebut memberikan hak suara kepada Andi Harun – Saefuddin Zuhri.
Hal itu dibuktikan dengan pembacaan deklarasi dukungan oleh Ketua Harian DKC Garda Prabowo Sugeng Mochdar yang intinya menyatakan kesiapan mendukung dan memenangkan paslon nomor urut 02 tersebut. “Garda Prabowo akan menggerakkan pengurus, anggota dan keluarga besar untuk memenangkan paslon nomor urut 02 Andi Harun – Saefuddin Zuhri,” kata Sugeng yang diikuti seluruh pengurus yang hadir pada acara tersebut.
Andi Harun sendiri hadir pada deklarasi tersebut dan yang menarik, saat sudah mengucapkan salam dari atas podium untuk memberikan kata sambutan, wali kota petahana itu kembali turun. Bukan tanpa alasan, pria berusia 51 tahun itu memperlihatkan sikap hormatnya dengan mendatangi para ulama yang duduk dibarisan depan podium, bersalaman dan memberikan pelukan.
Andi Harun berterima kasih atas dukungan yang diberikan DKC Garda Prabowo Samarinda kepada dirinya. “Tiga tahun saya memimpin, bukan soal adanya Teras Samarinda, bukan karena Pembangunan terowongan yang insha Allah sudah bisa digunakan tahun depan, bukan juga karena pengendalian banjir, tapi keinginan untuk menata kota dan meningkatkan perekonomian masyarakat, mempraktekkan diri sebagai seorang pemimpin,” ujar Andi Harun yang disambut dengan aplaus.
Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak terlalu besar, Samarinda tetap mampu membangun dan menata kota dengan baik dibandingkan daerah lain yang memiliki APBD lebih besar. “Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan dan saya pastikan Garda Prabowo tidak salah menjatuhkan pilihan kepada kami untuk melanjutkan pembangunan Samarinda,” paparnya.
Ditegaskan Andi Harun, Kalimantan Timur tidak maju kalau Samarinda pembangunannya tidak maju mengingat sebagai ibu kota provinsi, Samarinda juga masuk dalam three cities connection untuk Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Mengenai lawan mereka pada Pilkada Serentak 2024 tanggal 27 November mendatang yaitu kotak kosong, Andi Harun menyebut sebagai aktivis dirinya menghormati proses demokrasi. “Pasti ada argument atau alasan untuk mencoblos kotak kosong, yang pasti kalau saya kembali terpilih siap untuk menjalankan amanah, melanjutkan program pembangunan yang sudah berjalan,” pungkasnya.
Sementara Ketua Dewan Koordinasi Daerah (DKD) Garda Prabowo Kaltim Alphad Syarief menyebut dukungan kepada Andi Harun adalah amanat dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang saat ini jadi Presiden RI karena dianggap mampu mengawal program-program pemerintah pusat di Samarinda.
“Saya instruksikan kepada seluruh kader Garda Prabowo untuk mengawal Bapak Andi Harun menjadi Wali Kota Samarinda hingga 27 November, mulai hari ini,” tegas Alphad. “Dengan sosok Andi Harun, kami yakin program-program pemerintah pusat dapat berjalan dengan baik di Samarinda,” tegasnya.
Namun untuk Pemilihan Gubernur, Garda Prabowo menjatuhkan pilihan kepada Isran Noor dan Hadi Mulyadi. Alphad menekankan kriteria utama yang diusung adalah sosok yang bersih, jujur dan memiliki visi membangun Kalimantan Timur menjadi lebih maju. “Tapi mohon maaf, untuk gubernur dan wakil gubernur kami punya pilihan berbeda. Saya perintahkan seluruh kader untuk memilih pasangan calon 01, Isran Noor dan Hadi Mulyadi,” tutup Alphad.
Editor: Aspian Nur