Hasil Survei Cyrus Network Pilkada Kaltim, Elektabilitas Rudy-Seno Unggul dari Isran-Hadi
2 menit baca376 kali dibaca

Penulis: Claudius Vico
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim berdasarkan hasil survei Cyrus Network paslon Rudy Mas’ud-Seno Aji mengungguli Isran Noor-Hadi Mulyadi.
Dari hasil tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi faktor unggulnya elektabilitas Paslon nomor urut dua itu.
CEO Cyrus Network, Fadhli M.R mengatakan hasil survei yang dilakukan berasal dari 1.200 masyarakat Kaltim yang memiliki hak pilih menjadi responden.
Dalam pengambilan responden survei tersebut, terbagi merata berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) di masing-masing kabupaten/kota di Kaltim.
“Profil responden terdiri dari 0,1 persen berasal dari generasi pre boomer, 5,0 persen dari generasi baby boomer, 28,9 persen dari generasi x, 41,7 persen dari milenial dan 24,3 persen dari generasi z,” ucap Fadhli, Rabu (13/11/2024).
Dari responden yang telah diwawancarai terkait pilihannya pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang, Fadhli menegaskan elektabilitas Rudy-Seno mencapai 54,2 persen, sementara Isran-Hadi mencapai 43,7 persen.
“Jika dilihat dari trennya, pasangan Rudy-Seno elektabilitasnya terus meningkat, karena pada September yang berada di angka 44,8 persen, pada November ini sudah unggul menjadi 54,2 persen,” ujarnya.
Berdasarkan hasil wawancara dari surveyor alasan utama yang melandasi masyarakat memilih pasangan tersebut karena dinilai mampu membawa perubahan dengan poin 29,7 persen, adapun faktor lainnya seperti pengalaman dalam pemerintahan yang mencapai 19,1 persen dan merakyat serta berkepribadian santun berada di angka 14,9 persen.
“Artinya peningkatan elektabilitas ini dimungkinkan karena kerja keras tim pemenangan,” sebutnya.
Pihaknya juga meneliti tingkat intensitas kedua paslon yang terjun langsung ke permukiman masyarakat serta menilai kepedulian kedua calon pemimpin, yang mana hasilnya pasangan nomor urut dua sangat mendominasi ketimbang pasangan petahana.
Kendati demikian dari hasil survei tersebut, pada segmen kemantapan pemilih terdapat 24,2 persen pemilih yang masih mungkin berubah, namun angka tersebut tak dapat menandingi pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya yang berada di angka 74,9 persen.
“Lebih spesifik kami tidak menanyakan apa alasan pemilih yang kurang mantap pada pilihannya,” tutupnya.
Editor: Erwin










