Debat mahasiswa, video kompetisi tentang Pemilu, jalan sehat, talkshow, stand pameran 18 Parpol beserta KPU, Bawaslu dan Diskominfo, bazar UMKM dan ditutup dengan Band Pusakata jadi rangkaian kegiatan yang berlangsung jelang gelaran pesta demokrasi Pemilu Serentak tahun 2024 mendatang.
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik menyebut tugas utama mereka adalah memastikan seluruh dukungan terhadap penyelenggaraan pemilu berjalan baik.
"Kami bersama Forkopimda Kaltim dan parpol harus memastikan bagaimana dukungan, bagaimana kualitasnya. Dukungan itu cukup banyak, baik terhadap penyelenggara, data, pembiayaan, logistik, partisipasi memilih, serta terhadap netralitas dan lainnya," kata Akmal Malik.
Deklarasi Pemilu aman dan damai di Benua Etam sangat membantu pemerintah dan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi untuk menggunakan hak suara dalam pemilu serentak 2024 mendatang.
"Saya berharap akan lebih banyak kegiatan serupa dilaksanakan, bukan hanya di tingkat provinsi tetapi kabupaten dan kota terbangun kesadaran yang lebih luas dari masyarakat untuk terlibat dan aktif serta berpartisipasi aktif dengan menggunakan hak pilihnya,” harap Akmal.
Seluruh kalangan diajak untuk menjadikan kegiatan seperti ini sebagai wujud nyata kebersamaan dan persatuan.
“Saya meyakini dengan semangat kebersamaan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kedamaian, kita akan mampu menghadirkan masa depan Kaltim yang lebih baik," paparnya.
Sementara Ketua Penyelenggara Sufian Agus yang juga Kepala Badan Kesbangpol Kaltim menjelaskan, kegiatan ini merupakan amanat UU Pemilu, dimana pemerintah wajib memberikan dukungan penuh kepada penyelenggara untuk menjamin suksesnya tahapan pemilu sesuai ketentuan berlaku.
"Diantaranya dengan sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat khususnya pemuda sebagai pemilih pemula. Kemudian debat mahasiswa. Video kompetisi yang sudah dimulai sejak 8 November lalu, jalan sehat serta deklarasi Pemilu aman dan damai di Kaltim," kata Sufian Agus.
Ke-18 perwakilan parpol juga memberikan masukan terkait Pemilus Serentak tahun depan.
Komisioner Bawaslu Kaltim Galeh Akbar Tanjung menambahkan, kegiatan ini menunjukkan Pemprov Kaltim mendukung penuh untuk menyukseskan pemilu. Pemilu bukan hanya miliki KPU atau Bawaslu maupun peserta pemilu, tetapi semua instansi pemerintah juga harus berperan.
“Kami juga berharap dari Diskominfo untuk menggandeng KPU dan Bawaslu untuk memberikan sosialisasi menangkal berita berita hoaks terkait Kepemiluan. Saya kira semua memiliki kepentingan untuk mensukseskan, tinggal bagaimana kita untuk bergandeng tangan melakukannya,” ucap Galeh.
Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan dan deklarasi oleh pimpinan dan perwakilan dari 18 Parpol, Pj Gubernur Kaltim, Ketua KPU dan Ketua DPRD Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, serta Kapolda Kaltim.
Adapun isi dari deklarasi yakni menolak segala bentuk kecurangan pada pemilu 2024 di Kaltim; menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan NKRI; tidak melakukan politik uang, identitas, sara, dan hoaks, melaksanakan kampanye sesuai waktu yang ditentukan.
Editor: Aspian Nur