Sambungnya, jika memang sudah ada partai yang dibawa setiap calon, maka akan langsung dikonfirmasi ke pengurus DPP. Bila benar supaya bisa dilakukan hitung-hitungan untuk mengkalkulasi apakah syarat sudah terpenuhi atau tidak.
“Dialog yang diadakan DPW juga menjadi syarat dan pertimbangan bagi kami memutuskan siapa calon yang akan diusung. Kalau memang calon terkait berhalangan, kami minta diberikan alasan yang jelas. Nanti akan dipanggil ke pusat,” jelas Romi.
Selain itu, dia menyebut hal-hal yang berkaitan dengan konsepsi dan konsep pengembangan pembangunan di daerah juga akan ditanyakan. Harapannya supaya bakal calon yang diusung PPP memang figur yang layak serta memiliki kredibilitas.
Disunggung, soal rekomendasi calon gubernur yang akan diusung PPP di Pilgub Kaltim bulan berapa akan terbit, Romi belum bisa memastikan, sebab tahapan seleksi dan dialog sedang berlangsung di daerah lain yang melaksanakan pilkada.
“Paling cepat Oktober dan paling lambat Nopember nama cagub PPP sudah keluar. Kita masih menunggu partai lain. Dari komoniksi yang kita lakukan ke DPP partai lain masing masing memiliki mekaniseme yang berbeda-beda jadi kita belum bisa menentukanya,” tutup Romi.
Sementara Ketua DPW PPP Kaltim Rusman Yakub mengatakan fase dialog merupakan tahapan lanjutan atas seleksi cagub dan cawagub yang dilaksanakan partai. “Tahapan pertama adalah seleksi administrasi, dialog ini tahapan kedua,” ucapnya.
Hasil dialog akan didiskusikan di Muskerwil, untuk selanjutnya dilaporkan ke dewan pengurus PPP. “Hasil dialog ini akan jadi bahan pertimbangan untuk masing-masing calon,” tegasnya.
Dialog publik yang digelar PPP dihadiri Syaharie Jaang (Ketua Demokrat Kaltim), Rusmadi (Sekprov Kaltim), Yusran Aspar (Ketua Gerindra Kaltim), dan Rizal Effendy (Wali Kota Balikpapan).
Sementara kandidat lain, seperti Rita Widyasari (Ketua Golkar Kaltim), Hadi Mulyadi (anggota DPR RI dari PKS), Makmur HAPK (Mantan Bupati Berau), Awang Ferdian (anggota DPR RI dari PDIP), dan Isran Noor (Mantan Bupati Kutai Timur) berhalangan hadir. (sab)