Kabar yang membuat Partai Demokrat murka, sebab mereka merasa dikhianati mengingat keputusan tersebut tanpa melibatkan mereka sebagai koalisi sehingga dianggap itu hanya persetujuan secara sepihak.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Kalimantan Timur Irwan menegaskan situasi politik di tubuh koalisi perubahan dan persatuan sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, perjalanan koalisi tersebut sudah setahun lebih hingga barada di ujung tanduk.
"Perlu saya tegaskan kekecewaan kami bukan persoalan Ketum AHY tidak di usung jadi Cawapres tetapi lebih kepada etika menentukan sikap secara sepihak tanpa dilibatkan maupun dibahas oleh tim delapan," kata Irwan kepada Korankaltim.com saat ditemui Jumat (1/9/2023) hari ini.
Partai Demokrat mengakui jauh hari sebelumnya telah mengusung slogan perubahan dan perbaikan di seluruh tanah air dan menyesalkan sikap Anies Baswedan yang awalnya membujuk AHY jadi pendamping dibuktikan tulisan tangan pada tanggal 25 Agustus 2023 namun hanya berselang lima hari, tepatnya tanggal 30 Agustus muncul kabar Anies Baswedan telah menyetujui perjanjian kerjasama politik NasDem dan PKB.
"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif oleh Ketum Partai NasDem. Sesuai instruksi DPP segala atribut atau baliho Anies-AHY kami lepas termasuk stop melakukan sosialisasi," tegas Irwan.
Disebutnya berpolitik cara untuk merebut kekuasaan namun harus dilandasi dengan etika dan kehormatan. "Apalah artinya kekuasaan tanpa mengedepankan etika dan sikap dalam berpolitik. Jika awalnya saja sudah tidak bisa komitmen tentu kedepannya jadi pertimbangan," pungkas Irwan.
Editor: Aspian Nur