Upaya tersebut dilakukan secara merata di seluruh kelurahan/desa yang ada di Kabupaten Kukar. Salah satunya, seperti yang telah dilaksanakan Kesbangpol Kukar bersama FKUB Kukar serta Kemenag Kukar dalam melakukan pembinaan kepada warga Kelurahan Maluhu, Kamis (27/7/2023) lalu.
“Pembinaan ini dilakukan untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan dukungan ketertiban dan keamanan. Kemudian diselipkan pesan pentingnya memilih, mengingat tahun 2024 memasuki momen Pemilihan Umum (Pemilu) serentak,” kata Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti yang hadir langsung dalam kegiatan yang bertema ‘Menjaga Kehidupan Yang Harmonis’.
Rinda menjelaskan bahwa dorongan agar masyarakat bisa terlibat aktif dalam pelaksanaan Pemilu nanti sangat lah penting. Karena output-nya akan terlihat pada proses pemungutan suara, dengan tujuan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih di Kukar.
Rinda menyebutkan kegiatan ini dilakukan secara rutin, dan tidak hanya dilakukan karena menjelang Pemilu.
“Mau ada Pemilu atau tidak, kita tetap lakukan karena Kukar ini heterogen, ada lima agama kecuali Konghucu,” ungkapnya.
Ia menerangkan bahwa Kukar memiliki wilayah begitu luas dengan total 20 kecamatan dengan 193 desa dan 44 kelurahan. Sehingga, pembinaan terhadap umat beragama menjadi pekerjaan rumah yang harus selalu dikerjakan untuk menciptakan harmonisasi antar umat.
Upaya ini untuk mencegah potensi-potensi konflik yang kemungkinan bisa terjadi. Salah satu potensinya berkaitan dengan pendirian rumah ibadah, lahan, ketenagakerjaan.
“Bahkan tak jarang masalah kriminal ditarik ke unsur kesukuan. Inikan yang bisa memperluas masalah,” sambungnya.
Rinda menerangkan bahwa sebenarnya kehidupan sosial masyarakat Kukar sebenarnya cukup harmonis. Walau memang diakuinya ada beberapa potensi konflik yang bisa terjadi. Maka dari itu, forum-forum seperti FKUB, FKDM dan FKP itu perlu mengindentifikasi dan memetakan potensi-potensi konflik tersebut.
Ia berharap hubungan antar agama di Kukar semakin harmonis. Walaupun menjelang tahun politik, ia berharap individu atau kelompok tidak justru saling bermusuhan satu sama lain.
“Berbeda pilihan boleh, tetapi komitmen menjaga kondusifitas daerah juga harus dilakukan bersama-sama,” harapnya.
Selanjutnya, Sekretaris FKUB Kukar, Pdt Mikha Agus Widyanto menambahkan, ia sudah berkeliling ke sejumlah wilayah di Kukar. Dibandingkan dengan wilayah lain, Kelurahan Mahulu dinilai sangat kondusif dan kerukunan antar umat beragama pun terbangun dengan baik.
“Ini lah yang kita harapkan, keadaan seperti ini perlu ditingkatkan. Masyarakat hidup rukun, damai dari semua golongan agama bisa bersinergi bersama, tentunya dapat menjadi modal pembangunan di Kukar,” ucapnya.
Menyampaikan pesan serupa, Pdt Mikha mengimbau masyarakat bisa senantiasa menjaga kerukunan, utamanya menjelang pesta demokrasi 2024. Potensi timbulnya konflik bisa menjadi permasalahan bila tidak diantisipasi dengan baik.
“Apalagi rumah ibadah atau tokoh agama itu bisa jadi alat kalau dia tidak bisa hadir mengayomi umat dan masyarakat, makanya dia harus netral untuk menjaga kerukunan dan kedamaian di tahun politik. Yang penting pondasi keimanan umatnya diperkokoh,” tutupnya.