Terkait Kekosongan Wawali Balikpapan, Gerindra Minta Duduk Bersama
1 menit baca456 kali dibaca

Penulis: Laeko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Dari sejumlah partai koalisi yang mengusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan Terpilih, hingga kini dikabarkan hanya satu partai yang dilaporkan belum sepakat untuk mencalonkan dua nama bakal calon Wakil Wali Kota Balikpapan.
Dari kabar yang beredar, tersisa Partai Gerindra yang tidak sepakat. Sementara keenam partai lainnya sepakat untuk mencalonkan nama Risti Utami Dewi dan Budiono sebagai bakal Calon Wakil Wali Kota Balikpapan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Gerindra Balikpapan Muhammad Taqwa mengatakan, pada prinsipnya Partai Gerindra adalah bagian dari koalisi.
Sehingga dalam memutuskan nama yang akan diusung, harus dilakukan dengan duduk bersama.
"Kita ini koalisi, dan koalisi ini harus duduk bareng. Kita harus bareng-bareng duduk, dikumpulin, keluar konsep kemudian kita bicara bersama, kita rumuskan dan kita kerucutkan menjadi satu nama," ujar Taqwa, Jumat (5/5/2023).
Ia menilai, selama ini partai koalisi dianggap belum pernah diajak duduk bersama dalam merumuskan nama yang akan diusung.
Sehingga, Gerindra ini menjadi satu-satunya partai koalisi yang terus mendorong koalisi untuk mempertanyakan terkait suksesi wawali.
"Hal ini kan belum pernah dilakukan. Tapi kan Golkar hanya membuat statement yang menyatakan bahwa mendukung ini, mendukung ini. Karena bagaimanapun ini koalisi ada 7 partai dalamnya," bebernya.
Ia katakan, kemungkinan semua partai koalisi yang ada di dalam itupun berpikir seperti itu, untuk duduk bareng, diskusi bareng dan merumuskan bersama.
"Tidak ujung-ujung partai ini mau ini, partai ini mau ini, kapan ketemunya. Kan semua partai pengusung itu sudah menyetor nama termasuk Gerindra. Kemudian dari nama-nama itu ayo kita kerucutkan kita diskusikan," pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, dari sejumlah nama yang pernah diajukan oleh tujuh partai pengusung yakni Sabaruddin Panrecalle dari partai Gerindra, Denny Mappa dari partai Demokrat, Alphad Syarif dari partai Perindo/PKB, Sayid MN Fadly dari Partai PKS, Risti Utami yang diusung Partai Golkar dan PPP, serta Budiono dari PDIP.
Editor: Rusdianto










