"Kualitas demokrasi kita semakin baik salah satunya dengan diketahui indeks itu bisa mengetahui kekurangan kalau sudah tahu apa yang belum, kita upayakan."papar Isran.
Dia menyebut salah satu indikatornya adalah tidak ada pemaksaan kehendak untuk memilih pada pesta demokrasi."Indikator banyak misalnya tidak ada pengekangan hak asasi masyarakat untuk bisa ikut terlibat dalam kegiatan politik misalnya melarang orang untuk memilih seseorang atas dasar keinginan dia itukan salah satu yang menghambat dari sebuah demokrasi, "jelasnya.
Lebih lanjut Kepala Badan Kesbangpol Kaltim Sufian Agus menjelaskan bahwa IDI digunakan untuk mengukur seberapa tinggi partisipasi masyarakat dan kebebasan berpendapat terlaksana di Bumi Etam.
"Sebenarnya pengukuran indeks demokrasi yang ada di Kaltim misalnya masalah kondusifitas daerah kalau daerah kondusif itu otomatis nilai lebih bagus. Jadi kriterianya ada aspek ada tiga, variabel ada 22 . Salah satunya dalam penanganan itu bagaimana situasi politik yang ada di Kaltim demokrasi di Kaltim berjalan baik,"urainya.
Misalkan penanganan aksi unjuk rasa di Kaltim, jika dilakukan dengan baik maka tidak akan terjadi chaos. Nilai itu akan menurun ketika kerap terjadi chaos pada aksi unjuk rasa.
"Penilaian dilakukan dalam kurun waktu satu tahun, jadi dilihat demo itu penanganannya bagaimana Polisi dan TNI antisipasi kalau terjadi misal chaos maka nilai indeks demokrasi kita rendah, tapi kalau penanganan secara damai itu bagus ini dari segi variabel saja banyak variabel yang dinilai misal keterbukaan publik itu juga penilaian juga,"jelasnya.
Penilaian lain dari sisi parlemen, ketika DPR dalam satu tahun tidak mengeluarkan Perda inisiatif DPRD maka penilaian juga akan berkurang.
"Kemudian hubungan dengan DPR yang bisa menghasilkan Perda inisiatif berapa kali dalam setahun itu juga dinilai kalau DPR tidak ada inisiatif perda maka rendah nilainya."ujarnya.
Pun demikian penilaian pada 2020 lalu yang dilaksanakan pada 2021, Kaltim masuk posisi ke tiga secara nasional di bawah DKI Jakarta dan Gorontalo. Namun terjadi penurunan pada penilaian IDI 2021 yang turun di peringkat 5 nasional.
" Kemudian di 2021 yang dinilai di 2022 itu kita nomor 5 pertama DKI dengan nilai 82 kemudian Jatim, Jawa Barat, DIY dan Kaltim kita nomor 5. Dan nomor satu 1 di luar pulau jawa berarti kan bagus."sebutnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Rusdi