Menyikapi arahan tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Samarinda Syandri Syamsuddin mengatakan, terdapat perseteruan yang terjadi pada tatanan DPP.
Syandri mengungkapkan, terkait anjuran Sekjen DPP Partai Berkarya itu menurutnya masih simpang siur, sebab hal itu berbeda dengan sikap dari Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Berkarya yang justru masih optimistis partainya dapat mengambil peran dalam Pemilu 2024.
Pihaknya saat ini masih belum dapat memberikan sikap terkait hal tersebut, sehingga sementara ini pihaknya hanya menunggu perkembangan yang ada. "Sementara ini terkait anjuran Sekjen DPP kami sifatnya hanya wait and see (menunggu dan melihat)," ucapnya Senin (29/8/2022).
Ia mengaku, meski terdapat arahan seperti itu lantaran partai politiknya gagal lolos Pemilu 2024 dan pribadinya juga kerap mendapatkan tawaran dari partai politik lain, namun sementara ini tawaran yang datang masih belum dapat menggoyahkan kesetiaannya terhadap partai yang saat ini ia nahkodai.
"Namun jika dikemudian hari saya bersama kader akan menentukan pindah partai tentunya kami akan memilih partai yang sudah dinyatakan benar-benar lolos sebagai peserta Pemilu," jelasnya.
Syandri membeberkan, saat ini pada tatanan DPP Partai Berkarya terdapat perseteruan antara Ketum dengan Sekjen DPP Partai Berkarya sehingga tak heran jika sikap DPP secara umum masih terjadi perbedaan pendapat. Namun disinggung mengenai konflik tersebut, Syandi belum mengetahui secara jelas bagaimana kondisi perseteruan ditingkat DPP. "Kami berharap partai ini dapat lolos menjadi peserta pemilu dan perseteruan yang terjadi tidak berkepanjangan," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Maruly Zainuddin