“Kami dari Fraksi PKB DPRD Kaltim keberatan dengan rencana tersebut. Karena di lingkungan Lamin Etam sudah ada masjid. Tidak hanya itu, di Markas Korem 091/ASN juga ada masjid, sehingga jarak masjid yang baru direncanakan dibangun dengan masjid yang sudah ada sangat dekat,” kata Syafruddin juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kaltim ini kepada media ini, Jumat (11/8).
Disisi lain, kata Udin--sapaan akrab Syafruddin mengaku pihaknya kerap melihat masyarakat di desa-desa pelosok kesulitan dana untuk membangun rumah ibadah, sehingga dengan terpaksa mereka meminta-minta sumbangan di jalan raya untuk membangun rumah ibadah mereka.
“Sebaiknya disumbangkan dananya ke situ saja,” imbuhnya.
Sebelumnya, protes rencana pembangunan masjid itu juga disampaikan oleh warga melalui media sosial. Akun Facebook milik Nain Meoong mengatakan, lebih baik uangnya digunakan untuk persiapkan dai atau ulama yang siap mengabdi ke pelosok desa.
Tidak hanya Nain Meoong, di akun milik Yutrian Syah mengatakan dananya dialihkan saja untuk membangun manusianya saja, agar mesjid yang ada selalu penuh jemaah. (sab)
Untuk diketahui, masjid Al-Faruk diinisiasi oleh Gubernur Awang Faruk. Sebelumnya, lapangan Kinibalu di samping Lamin Etam itu kerap digunakan untuk kegiatan olahraga sepakbola. Sebelum ada Stadion Sempaja dan Stadion Segiri, Lapangan Kinibalu menjadi salah satu pusat pembibitan sepakbola Samarinda. (sab)