Gaji Panwascam Tak Sebanding dengan Resiko, Bawaslu RI Hanya Bisa Apresiasi
1 menit baca4.995 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum RI Fritz Edward Siregar mengatakan, mereka menyadari gaji yang diterima Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) tidak sebanding dengan resiko, waktu dan tenaga yang diluangkan.
"Hanya itu (besaran gaji) yang kami bisa karena KPU dan Bawaslu sudah terkunci dengan peraturan Menteri Keuangan terkait dengan honor dan segala macamnya, dan kami tidak bisa melebihinya," kata Fritz Rabu (4/11/2020).
Diketahui gaji ketua Panwascam mencapai Rp2,2 juta per bulan sedangkan gaji anggota Panwascam Rp1,9 juta per bulan. Namun mereka telah mencoba membantu dengan memberikan sejumlah fasilitas diantaranya asuransi serta pelangkapan alat pelindung diri.
Meskipun hal itu tidak sebanding dengan kondisi pandemi saat ini namun dirinya tetap mengapresiasi pihak yang tetap menjalankan tugasnya dalam mengawasi pelaksanaan pesta demokrasi di daerahnya masing-masing.
Hal yang mendasari warga untuk ikut menjadi penyelenggara Pemilu dengan gaji yang sedikit tersebut karena ingin terlibat proses demokrasi dengan semangat untuk membela negara. "Saya yakin di lubuk hati paling dalam mereka ingin proses Pilkada berjalan sesuai dengan undang-undang," paparnya.
Pada kesempatan itu ia pun memotivasi Panwascam untuk tetap tegas mengawasi pelaksanaan Pilkada agar berjalan lancar, damai, dan sukses.
Fritz optimistis dan jajarannya siap melaksanakan tugas dalam mengawasi pelaksanaan Pilkada baik untuk pemilihan gubernur maupun bupati dan wali kota. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di antaranews.com hari Rabu 4 November 2020 dengan judul Bawaslu RI sadari gaji Panwascam tidak sebanding dengan resiko










