AYL mengaku, memilih pasangan dari kalangan ulama karena juga ingin memperbaiki pemerintahan.
“Kukar memiliki beban yang berat. Maka itulah yang akan menjadi catatan penting kita,” kata AYL.
Dirinya memilih KH Saefuddin untuk membangun kepentingan pemerintah sebagai satu kesatuan. “Saya yakin, dengan jiwanya beliau seorang ulama. Kita akan bersama-sama membina umat,”katanya.
Untuk memuluskan langkahnya itu, selain melamar di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mantan anggota DPRD Kukar ini juga sudah melamar ke Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasdem dan Partai Gerindra.
“Partai yang dilamar, semua berjalan dengan baik. Semua masih proses. Kita menghormati partai. Namun yang sudah mendekati adalah PKB,”sebutnya.
AYL memuji penyampaian visi misi yang dilakukan PKS. Ini karena berbeda dari penyampaiqn visi misi yang dilakukan partai lain yang menghadirkan panelis untuk tanya jawab.
Di PKS sendiri, kader yang bertanya kepada kandidat. “Ini luar bisa. Ini yang benar, karena yang punya konstituen bertanya,”katanya.
Ketua DPD PKS Kukar, Firnadi Ihsan mengatakan, selain AYL, penyampaian visi misi juga diikuti oleh Novita Ikasari dan Edi Damansyah.
Penulis: */Sabri
Editor: M. Huldi