“Kehadiran kami di sini karena kami cinta NKRI, kami tolak deklarasi #2019GantiPresiden,” kata salah seorang orator aksi.
Sementara itu, koordinator lapangan, Tamrin menuturkan, aksi tersebut mereka gelar untuk menjaga situsi kondusif di Kaltim. “Yang kita tahun bahwa Kaltim sangat damai dan ini sangat kita perlukan demi Kaltim yang sedang proses pembangunan,” katanya.
Dia beranggapan jika aksi penolakan terhadap deklarasi #2019GantiPresiden yang mereka lakukan, bukan merupakan bentuk menghalang-halangi orang untuk berpendapat.
“Kami tidak menghalang-halangi orang selama tidak meresahkan masyarakat, kita tahu bahwa ini (#2019GantiPresiden) meresakan, kalau mau kampanye silakan saja, tunggu saja ada waktunya,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto menuturkan, aparat kepolisian telah menerima surat pemberitahuan dari pihak yang akan melakukan acara deklarasi #2019GantiPresiden di Samarinda.
Namun, polisi belum memutuskan apakah akan memberi izin atau tidak. “Nanti kami lihat dulu perkembangannya,” katanya.
Dia menuturkan, acara deklarasi itu akan dihadiri 10 ormas. “Kalau sesuai pemberitahuan yang dari kelompok yang mendeklarasikan itu, ada 10 ormas. Tapi masih terus kami coba dalami apakah mereka setuju ikut kegiatan itu atau tidak,” tandasnya. (dor)