Berdasarkan pengalamannya, ada saja penyandang disabilitas yang ditolak ketika ingin menempuh pendidikan di sebuah sekolah.
Undang Undang kata dia mengharuskan perusahaan mempekerjakan penyandang disabilitas juga menurutnya belum sepenuhnya dilaksanakan.
Kata dia dengan adanya keterwakilan penyandang disabilitas duduk di legislatif, perhatian untuk penyandang disabilitas juga bisa lebih baik.
“Mudah-mudahan perhatian untuk kaum disabilitas bisa lebih baik, khususnya dalam bidang pendidikan,” katanya, kemarin.
Ardiansyah berharap, keikutsertaannya di Pileg 2019 ini bisa menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya. Dia berharap keikutsertaannya pada Pileg 2018 bisa memicu penyandang disabilitas lain tidak ragu berkompetisi di pentas yang sama dengan warga normal lainnya.
“Saya berharap ini menjadi motivasilah bagi teman lainnya,” katanya.
Sementara Sekretaris Demokrat Kaltim, Edy Russani mengaku Partai Demokrat sama sekali tidak membatasi warga jiki ingin berkarir di dunia politik.
“Kan Ardiansyah juga merupakan kader Demokrat. Dan kami juga mempunyai porsi untuk penyandang disabilitas yang ingin ikut nyaleg,” katanya.
Selain itu kata dia, di DPRD kabupaten/kota. Demokrat juga mengikut seretakan penyandang disabilitas lain. “Pokoknya lebih dari satu penyandang disabilitas dari Partai Demokrat yang mendaftar caleg,” katanya. (sab)