Di Pilgub Kaltim ada empat paslon yang akan berebut kursi KT 1, yakni Andi Sofyan Hasdam –Nusyirwan Ismail, Rusmadi Wongso–Safaruddin, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat, dan Isran Noor-Hadi Mulyadi.
Sementara di Pilbub PPU ada 3 paslon, yakni pasangan Andi Harrahap-Fadli Imawan, Mustaqim-Sofyan Nur, dan Abdul Gafur Masud-Hamdan.
Robi pun menyarangkan paslon untuk berkampanye secara kreatif dan cerdas. Sebaiknya para paslon agar mengangkat tema yang postif bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Kaltim dengan mengedepankan ide dan gagasan dalam pendidikan politik yang baik bagi rakyat Kaltim,” pintanya.
GP Ansor Kaltim juga menyerukan kepada kalangan, baik penyelenggara, paslon, tim sukes, pendukung dan rakyat pemilih agar taat kepada asas dan hukum. “Itu dilakukan demi mendapatkan kualitas demokrasi yang baik dan berujung pada pencapaian tujuan mendapatkan pemimpin yang benar-benar menjadi harapan rakyat Kaltim,” imbuhnya.
Di pemilihan lima tahunan tersebut, GP Ansor menegaskan tidak akan mendukung calon tertentu. Namun, kata dia, sebagai individu dan warga Kaltim yang baik GP Ansor Kaltim tetap menyerukan kepada kader Ansor untuk tetap menggunakan hak pilihnya secara sadar, rasional, dan idelogis.
“Kami tegaskan (GP Ansor Kaltim, Red) tidak akan menjadi pendukung paslon tertentu, namun kami memperbolahkan kader tetap memilih pasangan pada saat pencoblosan,” tandasnya. (sab)