Bagi dia Pilkada sebelumnya, berbeda tantanganya dengan pemilihan legislatif dan Pilpres 2019, maka dari itu dia berharap pers dapat mengawasi Pemilu tersebut.
“Kami berharap, pers bisa mengawasi dari pusat sampai ke tingkat tempat pemungutan suara (TPS) lewat pemberitaan,”ujar Ramon, sapaan akrabnya.
Dalam sosilisasi tersebut, KPU Samarinda mengundang pemateri, Abdul Aziz, mantan anggota KPU RI tahun 2007-2012, Anggota Komisioner KPU Kaltim Bidang Teknis Rudiansyah, akademisi Unmul dan Direktur LSM Pokja 30 Kaltim Carolus Tuah.
Untuk menggenjot partisipasi pemilih, KPU juga berencana akan mengundang pihak kelurahan untuk melakukan sosialisasi. “Harapan kami, kalau ada anggaran, kami akan mengundang tingkat kelurahan,” bebernya.
Ditambahkannya, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula, KPU juga bekerjasama pihak sekolahan untuk melakukan Pemilihan ketua OSIS (Pemilos) di tingkat SMA/SMK di Samarinda. Bagi dia Pemilos tersebut, sama persis dengan Pemilu dengan menyediakan kotak suara. “Itu kita lakukan, agar adik-adik di SMA tidak takut dan tidak canggung, untuk datang ke TPS untuk menentukan hak pilihnya,” katanya.
Ramon menyebut, di Kota Samarinda tingkat partisipasi pemilih pemula mencapai 5-7 persen.
Komisioner KPU Kaltim, Rudiansyah, mengatakan, partisipasi pemilih, itu tergantung dari faliditas Pemilu dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara Pemilu. “Peningkatan partisispasi Pemilu, itu juga tergantung kompetitor atau kandidat untuk mampu memeberikan respon positif, agar bisa menjatuhkan pilihan kepada mereka,”tandasnya. (sab)