Alves diketahui dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara pada Februari 2024 setelah dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di klub malam Barcelona pada 2022.
Mantan bek sayap yang memiliki 126 caps internasional, dibebaskan dengan jaminan pada Maret 2024 sementara bandingnya didengar oleh pengadilan yang lebih tinggi.
Pengadilan banding mengatakan putusan dalam kasus pengadilan awal berisi catatan mengenai alasan, serangkaian kesenjangan, ketidakakuratan, ketidakkonsistenan, dan kontradiksi terkait fakta-fakta, penilaian hukum dan konsekuensinya.
“Keterangan pelapor yang seharusnya menjadi sasaran pemeriksaan yang lebih teliti, tidak dibandingkan dengan bukti sidik jari dan bukti biologis, yang mendukung argumen pembela,” kata mereka melansir dari bbc.com Sabtu (29/3/2025) hari ini.
Pengadilan memutuskan argumen pelapor alias korban kalau pergi dengan Alves ke kamar mandi karena takut teman-temannya akan mengikuti mereka tidak masuk akal.
Pengadilan menyimpulkan korban yang dituduhkan secara sukarela pergi ke kamar mandi dengan tujuan untuk bersama dengan terdakwa di tempat yang lebih intim.
Pengadilan Catalan juga mencabut semua larangan terhadap Alves, termasuk larangan bepergian dan perintah penahanan. Namun keputusan itu masih bisa diajukan banding ke Mahkamah Agung. “Alves sangat senang. Dia tidak bersalah, itu sudah terbukti. Keadilan telah berbicara,” kata pengacaranya, Ines Guardiola, kepada radio RAC1.
Alves memiliki masa-masa keemas an penuh trofi bersama Sevilla, Barcelona, Juventus dan Paris St-Germain dan juga membantu Brasil memenangkan dua Copa America dan medali emas Olimpiade pada usia 38 tahun. Dia bermain untuk Pumas UNAM ketika dia ditangkap, yang membuat klub Meksiko itu langsung memutus kontraknya.
Editor: Aspian Nur