Kapten Argentina itu dan para pemainnya menghampiri untuk mencoba menenangkan situasi sebelum kembali ke ruang ganti. "Itu buruk karena kami melihat bagaimana mereka memukuli orang-orang," kata Messi. “Polisi seperti yang terjadi di final Libertadores, sekali lagi menekan orang-orang dengan tongkat. Kami pergi ke ruang ganti karena itu adalah cara terbaik untuk menenangkan semuanya, itu bisa saja berakhir dengan tragedy,” imbuh pemain 36 tahun itu.
"Anda berpikir tentang keluarga, orang-orang yang ada di sana, yang tidak tahu apa yang sedang terjadi dan kami lebih memikirkan hal itu daripada memainkan pertandingan yang, pada saat itu tidak terlalu penting," ungkapnya.
Kericuhan sendiri berawal ketika para pendukung kedua tim bentrok di tribun di belakang gawang di stadion di Rio de Janeiro saat lagu kebangsaan dikumandangkan, yang membuat polisi menyerbu para pendukung Argentina, sebagian menggunakan pentungan.
Beberapa suporter merobek kursi dan melemparkannya ke arah polisi sebagai balasan, sementara yang lain tumpah ke lapangan untuk menghindari masalah.
Para pemain Argentina dan beberapa anggota tim Brasil berjalan mendekat untuk mencoba menenangkan situasi, dengan kiper Argentina dan klub Aston Villa Emiliano Martinez, mencoba merebut tongkat dari tangan seorang petugas polisi.
Para pemain akhirnya meninggalkan lapangan sebelum kembali setelah polisi mengumpulkan para pendukung Argentina di bagian tribun yang terpisah dan pertandingan dapat dimulai setelah penundaan selama 30 menit.
Masalah ini terjadi dua minggu setelah perkelahian antara para pendukung tim Brasil, Fluminense, dan klub Argentina, Boca Juniors, sebelum pertandingan final Copa Libertadores yang setara dengan final Liga Champions di Amerika Selatan yang juga digelar di Maracana.
Kapten Brasil Marquinhos, yang bergabung dengan para pemain Argentina di lapangan untuk menyerukan ketenangan di tribun penonton. "Kami mengkhawatirkan keluarga, wanita dan anak-anak yang kami lihat dalam kepanikan di tribun penonton,” ujar Marquinhos. "Di lapangan, sulit bagi kami untuk memahami apa yang sedang terjadi, itu adalah situasi yang sangat menakutkan,” imbuhnya.
Argentina yang berstatus juara Piala Dunia 2022 menang 1-0 berkat gol dari mantan pemain bertahan Manchester City, Nicolas Otamendi.
Gelandang Newcastle United, Joelinton, diusir keluar lapangan untuk Brasil yang kalah dalam pertandingan kandang kualifikasi Piala Dunia untuk pertama kalinya di laga ini.
Brasil dengan status juara Piala Dunia lima kali kalah dalam tiga pertandingan kualifikasi secara beruntun dan duduk di peringkat keenam klasemen kualifikasi Amerika Selatan, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen Argentina dan berada di posisi terakhir yang menjamin satu tempat di putaran final 2026.
Editor: Aspian Nur