Kekalahan tuan rumah lebih menyesakkan, karena mereka bermain di markas sendiri yang dikuasai supporter tim tamu. Sebanyak 20 ribu kursi diduduki pendukung Frankfurt dengan hanya 5 ribu pendukung Barca yang hadir di Camp Nou. Ironisnya, ada ribuan supporter tamu yang masuk tanpa tiket dan diyakini telah melakukan perjalanan ke kota Spanyol untuk pertandingan tersebut. Karena itu, stadion pun dipenuhi warna putih, bukan merah biru, jersey yang dikenakan Barca.
Babak pertama, Frankfurt sudah unggul 0-2 lewat penalty Filip Kostic menit ke-4 dan sepakan jarak jauh Rafael Borre menit 36. Kostic mencetak gol kedua di laga ini pada babak kedua menit 67.
Barca terpaksa bermain 10 menit pertama setelah turun minum tanpa pendukung mereka yang paling vokal ketika ribuan orang meninggalkan kursi sebagai protes atas invasi Frankfurt ke stadion raksasa Catalan itu.
Los Cules baru bisa mencetak dua gol di tambahan waktu via Sergi Busquets menit 91 dan penalty Memphis Depay menit 90+11 namun tak mampu membuat Barca menahan laju sang lawan menuju semi final yang bermain dengan 10 orang setelah pemain Frankfurt Evan N'Dicka kena kartu merah menit ke-90+10.
Eintracht, yang terakhir mencapai babak semifinal pada 2019 dan tak terkalahkan di laga tandang musim ini pada ajang Liga Europa akan menghadapi West Ham yang menang agregat 4-1 atas Lyon.
Pelatih Barcelona Xavi mengatakan kekalahan dari Eintracht Frankfurt seperti mereka memainkan final di tempat netral setelah 20 ribu pendukung klub Jerman mengambil alih Camp Nou.
“Jelas atmosfer tidak membantu dan klub sedang mencari tahu mengapa ini terjadi. Para pemain juga ingin tahu alasannya,” kata Xavi dilansir dari Dailymail.co.uk usai pertandingan.
“Itu jelas salah perhitungan di pihak kami. Ini tidak bisa dibiarkan terjadi. Itu lebih seperti final dengan stadion yang terbagi,” imbuhnya.
Xavi sebenarnya sudah mendesak pendukung Barcelona untuk memenuhi stadion sebelum pertandingan dan klub sudah meminta fans yang tidak akan pergi ke pertandingan untuk menyerahkan kursi mereka kepada fans Barca lainnya, bukan kepada pendukung lawan.
Tapi seruan itu tidak diindahkan dan ketika para pemain Barcelona berlari keluar untuk melakukan pemanasan, mereka dicemooh pendukung Eintracht yang hadir di stadion.
Penggemar Eintracht juga membeli tiket secara online sebelum klub mencoba menghentikan pendukung Jerman yang membanjiri stadion dengan mencegah siapa pun membeli tiket secara online yang tidak melakukannya dengan kartu bank Spanyol. Hanya saja semua sudah terlambat.
“Sungguh memalukan apa yang telah terjadi,” kata presiden Joan Laporta ketika ditanya mengapa begitu banyak kursi tiket musiman Barcelona diserahkan kepada fans tim tamu. "Saya merasa malu," tegasnya.
Meski begitu, Xavi tak mau mencari kambing hitam. “Suasananya bukan alasan. Masalahnya adalah sepak bola. Kami membuat terlalu banyak kesalahan,” ungkapnya.
“Kami membuat kesalahan dalam tiga gol dan kami harus melihat diri kami sendiri. Kami tidak bermain bagus. Itu sebabnya kami tersingkir,” jelas Xavi.
Pelatih Eintracht Frankfurt Oliver Glasner menyatakan rasa gembiranya setelah berhasil menyingkirkan sang favorit juara. "Penampilan para pemain luar biasa. Kami membuatnya terlalu menarik di akhir laga yang sebenarnya tidak perlu," kata Glasner.
Editor: Aspian Nur