Namun selayaknya supporter Inggris tidak terlalu berharap berlebihan karena Denmark yang mereka tantang bersiap untuk meledak di fase genting ini.
Denmark jadi satu-satunya tim non unggulan yang berhasil lolos hingga ke semi final setelah sempat diragukan di awal perhelatan berlangsung.
The Danish Dynamite tengah menunjukkan kebangkitannya setelah merajai Eropa nyaris dua dekade lalu saat mereka juara Euro 1998.
Melihat total rekor pertemuan kedua tim, Inggris jelas lebih unggul. Dari 21 kali bertemu, Inggris 12 kali menang sementara Denmark hanya empat kali, lima laga lainnya berakhir imbang.
Pelatih Inggris Gareth Southgate berambisi mengakhiri kutukan semi final yang selama ini menghadang pasukannya.
Sejak menukangi Timnas Inggris pada 2016 silam, Southgate sudah dua kali mengantarkan pasukannya ke semi final, yaitu di Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League (UNL) 2019. Namun belum ada laga fnal yang berhasil mereka tembus dari dua ajang itu.
“Tentu saja kami tak ingin membuang kesempatan emas ini. Kami sudah di fase ini dan penting untuk dimenangkan apalagi kami bermain di kandang sendiri," kata Southgate dilansir dari dailymail.com
Inggris belum kebobolan satu gol pun sejak pertandingan pertama, hal mana yang membuktikan kekokohan lini belakang mereka.
Pelatih Denmark Kasper Hjulmand memastikan anak asuhnya tampil tanpa beban. "Kami harus memanfaatkan tekanan yang dirasakan Inggris karena mereka jadi tuan rumah dan dituntut menang," ujar Hjulmand.
“Kami menghadapi tim yang sulit. Kami menghadapi pertandingan dengan sangat antusias. Kami akan melakukan semua yang kami bisa. Akan sulit bagi Inggris untuk mengalahkan kami. Saya tidak gugup, hanya bersemangat. Kami sangat percaya diri dan tenang. Kami menantikan pertandingan itu," ujarnya lagi dilansir dari marca.com
Denmark bertabur bintang dan bermain di Liga Inggris sehingga ini pun harus jadi catatan tersendiri bagi Southgate. Kiper Kasper Schmeichel yang bermain bersama Leicester City, bek Andreas Christensen yang ikut membawa Chelsea juara Liga Champions bisa jadi kunci, ada juga penyerang Yussuf Poulsen yang sukses membawa RB Leipzig menjadi salah satu tim kuat di Eropa.
Masih ada pemain sayap Mikkel Damsgaard, bek kanan Joakim Maehle hingga penyerang Kasper Dolberg. Sementara Inggris memiliki pemain yang berada dalam usia emas seperti Raheem Sterling, Harry Kane, Jordan Pickford, Harry Maguire dan John Stones.
Kabar baik bagi Southgate, semua pemainnya dalam kondisi bugar. Bukayo Saka yang sempat absen pada laga kontra Ukraina pun dipastikan telah kembali berlatih bersama rekan-rekannya dan siap bermain.
Denmark akan memakai formasi tetap, 3-4-3 yang telah mereka gunakan sejak laga kedua babak penyisihan grup.
Sedangkan Southgate tak akan mengubah skema favoritnya 4-2-3-1 dengan Harry Kane sebagai striker tunggal disokong Raheem Sterling, Mason Mount dan Saka untuk mendobrak pertahanan Denmark.
Di lini tengah, Duet Declan Rice dan Kalvin Phillips tampaknya tak tergantikan meskipun Southgate memiliki opsi lain seperti Jordan Henderson dan Jude Bellingham.
Di belakang, Harry Maguire dan John Stones akan kembali menjadi duet di depan gawang Jordan Pickford dengan Kyle Walker dan Luke Shaw berada di sisi sayap.
Perkiraan Susunan Pemain
INGGRIS (4-2-3-1): Pickford; Walker, Stones, Maguire, Shaw; Rice, Phillips; Saka, Mount, Sterling; Kane
DENMARK (3-4-3): Schmeichel; Vestergaard, Christensen, Kjaer; Stryger Larsen, Delaney, Hojbjerg, Maehle; Damsgaard, Dolberg, Braithwaite
Penulis/Editor: Aspian Nur