Italia terakhir kali juara saat menjadi tuan rumah Piala Eropa 1968 saat masih bernama European Football Championship dan hanya diikuti empat negara dalam turnamen edisi ketiga tersebut yang mana di final tuan rumah mengalahkan Yugoslavia 2-0.
Kini dengan jummlah negara yang lebih banyak dan jalur menuju final lebih rumit, setidaknya Itali bisa metahbiskan diri sebagai negara dengan tim sepakbola terbaik di Eropa andai bisa juara, menanti pemenang antara Inggris kontra Denmark dini hari nanti.
Pada laga semi final pertama yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Rabu (7/7/2021) dini hari tadi, sejatinya Spanyol lebih dominan dan menguasai pertandingan sementara Italia dalam tekanan.
Namun Italia yang diasuh pelatih Roberto Mancini bisa mencuri gol lebih dulu lewat sepakan melengkung Frederico Chiesa menit ke-60 babak kedua. Namun La Furia Roja yang ditangani Luis Enrique mampu menyamakan skor lewat pemain pengganti Alvaro Morata menit ke-80 setelah bermain tiki taka dengan Dani Olmo.
Skor 1-1 mengakhiri 90 menit. Duel harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan masih tak ada gol yang tercipta di 2x15 menit perpanjangan waktu. Pemenang laga ini ditentukan lewat adu penalti.
Gagal di penendang pertama lewat Manuel Locatelli, empat eksekutor La Nazionale lainnya, Andrea Belotti, Leonardo Bonucci dan Federico Bernadeschi serta penentu yaitu Jorginho sukses menceploskan bola ke gawang Spanyol yang dikawal Unai Simon.
Sementara Tim Matador hanya mampu mengecoh gawang Italia yang dijaga Gianluigi Donnarumma lewat Gerard Moreno dan Thiago Alcantara. Dua penendang lain, Daniel Olmo sepakannya melayang tinggi sedangkan eksekusi Alvaro Morata mampu ditahan Donnnarumma.
Dalam catatan Opta, kegagalan Spanyol ke final membuat catatan impresifh mereka terhenti. Ini pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka, gagal melanjutkan langkah dari babak semi final sepanjang keikutsertaan di Piala Eropa dan Piala Dunia.
Spanyol sebelumnya selalu berhasil ke final saat sudah berada di 4 Besar dan dari lima kali final hanya satu kali mereka gagal yaitu di Piala Eropa 1984. Selebihnya, tahun 1964, 2008 dan 2012 mereka kampiun Piala Eropa dengan satu kali juara Piala Dunia 2010.
Gelandang Spanyol Sergio Busquets sangat sedih dengan kekalahan ini tetapi pada saat yang sama bangga dengan rekan-rekannya.
"Sayang sekali, kami ingin turnamen tidak berakhir hari ini, tetapi begitulah sepak bola. Tim ini sangat bagus, kami lebih baik di hampir setiap momen permainan. Kami telah mengambil kebanggaan, dan itu adalah kebanggaan yang saya rasakan untuk rekan satu tim saya.” kata pemain Barcelona ini dilansir dari Marca.com
"Semua orang menyukai Italia tetapi kami telah menunjukkan kami lebih unggul. Sepak bola memang seperti itu dan kami harus memberi selamat kepada mereka,” imbuhnya.
"Masih ada satu setengah tahun untuk pergi ke Piala Dunia di Qatar dan kami akan focus ke sana,” tegas Busquets yang dikabarkan pension dari timnas Spanyol setelah Piala Eropa 2020 ini.
Luis Enrique mengapresiasi timnya yang tampil dominan meski akhirnya kalah. “Kami seharusnya bisa menang, tapi langkah kami sampai disini, itu sudah bagus karena kami berjuang sepanjang laga,” sebut Enrique.
Melewati tiga pertandingan terakhir diluar waktu normal menurut mantan pelatih Barcelona ini bukanlah sesuatu yang mudah. “Diperlukan kebugaran dan mental yang kuat, sampai akhirnya kami gagal di adu penalty. Ingat, kami bermain menghadapi Kroasia, Swiss dan Italia tidak berakhir di waktu normal, itu artinya tim ini terus berjuang,” tegas Enrique.
Sementara Roberto Mancini kembali menegaskan kalau kemenangan ini bukan segala-galanya. “Ini belum berakhir. Kami harus kembali mengumpulkan kekuatan untuk final setelah perpanjangan waktu yang melelahkan dan penalti melawan Spanyol,” ujar Mancini dilansir dari laman Dailymail.com
Mancini mengakui bahwa Spanyol telah menyebabkan masalah timnya tetapi memuji para pemainnya atas perjuangan dan tekad mereka untuk memastikan kemenangan lewat adu penalty. “Spanyol adalah tim hebat yang bermain sangat baik. Harus diakui kami tidak bermain seperti biasanya, tetapi kami terus berjuang untuk mendapatkan hasil terbaik, untuk fans kami yang datang ke stadion dan yang ada di rumah,” paparnya.
Kendati pun Manuel Locatelli gagal di penalty pertama Mancini meyakini timnya tetap bisa melaju. "Ketika Locatelli gagal mengeksekusi penalti pertama, semua orang dengan tenang mengatakan kami bisa dan itu terbukti,” ungkapnya.
Kapten Italia Leonardo Bonucci juga memberikan penilaiannya atas kemenangan ini. ”Saya mengucapkan selamat kepada Spanyol atas apa yang mereka tunjukkan, tetapi sekali lagi Italia bermain dengan hati, tekad, dan kemampuan untuk melewati saat-saat sulit dan penalti memberi kami hadiah untuk kerja keras itu,” tegas Bonucci.
Lolosnya Italia ke final langsung jadi trending topik di media sosial Twitter dengan tagar #ForzaAzzurri pagi ini. Sebagian besar fans Italia merasa bangga dan senang tim kesayangan mereka lolos ke partai puncak setelah melewati 34 laga tanpa terkalahkan.
Penulis/Editor: Aspian Nur