Si Tiga Singa dipastikan menggenggam satu tiket ke 8 Besar atau perempatfinal menghadapi underdog Ukraina yang di laga lain mengalahkan Swedia 2-1.
Mengutip dari laman UEFA.com, kemenangan Inggris dari Jerman membuat mereka menyembuhkan luka terpendam sejak tahun 1966 atau 55 tahun silam. Terakhir kali Inggris bisa mengalahkan Jerman di Piala Dunia 1966 dan Inggris jadi juara.
Khusus untuk Southgate, ini sekaligus menjadi penebusan kesalahan selama 25 tahun dirinya dimana Southgate yang satu-satunya pemain gagal mengeksekusi penalty pada semi final Euro 1996 membuat Inggris kalah menghadapi Jerman
Menang tanpa kemasukan alias clean sheet dalam empat laga terakhir yang sejatinya berimbang dengan kurang tajamnya lini depan Inggris, namun setidaknya ini catatan khusus karena mereka mampu clean sheet di empat laga yang terulang setelah Piala Dunia 1966 silam.
Dilansir dari dailymail, kalimat Football is Coming Home pun kembali disuarakan fans Inggris yang meyakini gelar juara bisa mereka bawa pulang, terlebih Inggris merupakan tanah kelahiran sepakbola di dunia.
“Ini kemenangan bersejarah tapi kami belum mendapatkan apa-apa, jadi kami harus tetap menginjak bumi,” ujar Harry Kane usai laga.
Kapten Inggris ini mengakhiri paceklik golnya di Euro 2020 ke gawang Jerman. “Kami harus terus melaju, jadi kami harus mempertahankannya. Tidak ada yang lebih besar dari ini ketika harapan menyala untuk jadi juara. Kami ingin kembali ke sini (Wembley) untuk final dan jadi juara. Ini hari yang luar biasa dan permainan yang luar biasa. Mendengar Wembley seperti ini adalah momen yang tidak akan pernah kami lupakan,” sebutnya.
Sementara Raheem Sterling memuji rekannya di lini tengah Declan Rice dan Kalvin Phillips. “Mereka jadi binatang di laga ini,” kata Sterling. “Kami tahu intensitas yang bisa kami mainkan dan tidak banyak tim yang bisa mengatasinya. Kami tahu kami harus menampilkan performa yang bagus melawan tim yang bagus dan kami melakukannya hari ini,” sebut Sterling lagi.
Bagi pelatih Jerman Joachim Low, kekalahan ini sangat menyakitkan karena dirinya sudah bersiap meninggalkan kursi pelatih dimana posisinya bakal digantikan Hansi Flick. "Ini kekecewaan besar bagi kami," kata Low dilansir radio Jerman ARD. "Kami berharap lebih dan kepercayaan ada disana. Tapi, dalam pertandingan seperti itu, penting untuk menggunakan beberapa peluang yang Anda miliki,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Low merujuk pada peluang Thomas Muller yang gagal mencetak gol saat Jerman tertinggal 0-1 padahal penyerang Bayern Munchen itu sudah berhadapan dengan kiper Inggris.
“Seandainya Timo Werner menunjukkan lebih banyak ketenangan, peluang Kai Havertz tidak digagalkan kiper hebat seperti Jordan Pickford dan Thomas Müller tidak melepaskan tembakan melebar, ini akan menjadi malam yang berbeda bagi kami. Tapi ini adalah tim Jerman yang tidak dapat lepas dari ketidakkonsistenan,” tegas Low.
Penulis/Editor: Aspian Nur