Hasil imbang membuat aggregate menjadi 4-3 untuk Los Blancos dan jadi kelolosan ketiga kalinya beruntun wakil LaLiga Spanyol tersebut. Madrid kini tinggal menunggu lawan di babak final. Mereka akan berhadapan dengan Liverpool atau AS Roma di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei mendatang.
Tak sekadar lolos, catatan spesial ditorehkan Madrid dan pelatih mereka Zinedine Zidane mengukir sebuah catatan istimewa. Ini adalah ke-16 kalinya Madrid mencapai final Piala Champions/Liga Champions. Jumlah penampilan Madrid di final adalah yang terbanyak di antara semua klub Eropa. Dari 15 penampilan sebelumnya di partai final, Madrid 12 kali menjadi juara. Mereka sedang berusaha memenangi titel ke-13 atau yang disebut La Decimotercera.
Sebagai pelatih, Zidane juga menorehkan catatan spesial. Zidane menjadi pelatih pertama yang mencapai tiga final Liga Champions secara beruntun sejak Marcello Lippi melakukan hal serupa bersama Juventus pada 1996-1998. Selain itu, di bawah arahan Zidane, Madrid tak pernah tersingkir di Liga Champions dan selalu lolos dalam sembilan duel di babak knockout. Bersama pelatih asal Prancis itu, Madrid menjadi juara pada 2016 dan 2017.
Kapten Madrid Sergio Ramos mengakui timnya sempat kesulitan melawan Bayern. "Bayern adalah tim hebat seperti yang sudah mereka perlihatkan selama bertahun-tahun, persaing yang sangat berat," Ramos mengungkapkan usai pertandingan, yang dilansir Marca. "Kami mesti yakin. DNA Real seperti itu dan kami akan mempersiapkan diri untuk final," imbuh bek tengah Madrid itu. (*)
Editor: Aspian