“Saya tidak menahan diri, jika saya punya sesuatu untuk dikatakan kepada seseorang, saya akan katakan langsung. Ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, hipokrit jika saya katakan kemenangan ini memecahkan semua masalah kami, tapi ini memberi kami ruang untuk bernapas. Sekarang ada dua pertandingan sulit yang akan datang di Serie A dan kami butuh poin untuk mendaki klasemen,” imbuhnya.
Akhir pekan ini, Milan akan melawat ke Firenze untuk menghadapi Fiorentina dalam lanjutan liga. Kemenangan atas Inter berharap akan menjadi titik balik Diavolo Rosso.
“Kurasa kami memerlukan kemenangan ini untuk kepercayaan diri. Derby tidak pernah bisa digambarkan sebagai sebuah pertandingan yang biasa,” ujar Cutrone.
Cutrone, 19 tahun, adalah produk akademi sepakbola Milan. Pesepakbola Italia itu menembus tim senior pada musim 2016/17 dan sudah sembilan gol dilesakkan Cutrone di sepanjang 2017/18. “Memikirkan kemarin aku masih di tim muda dan sekarang aku melakukan perayaan gol seperti tadi, mencetak gol di laga derby di depan suporter seperti ini rasanya luar biasa. Aku datang dari bangku cadangan dan benar-benar ingin mencetak gol,” imbuh Cutrone.
Pelatih Inter Luciano Spalletti mengakui ada yang salah dengan timnya. “Kami kehilangan sedikit kepercayaan diri. Kami kurang berani dan kami tidak berhasil memaksimalkan kualitas kami,” kata Spalletti. “Untuk saat ini, kami harus mengalihkan perspektif kami dari sudut pandang psikologis. Kami harus menyadari bahwa kami butuh sesuatu yang lebih,” imbuhnya. (fi)